Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Saatnya melakukan segala kegiatan dari rumah. Selain menghemat biaya dan waktu tempuh dari rumah menuju lokasi pengurusan, layanan online dinilai dapat meminimalisir kontak atau hubungan langsung untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, M Taswin mengatakan, terdapat 142 layanan perizinan yang diterbitkan oleh 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami juga memberikan kemudahan dengan cara mengirimkan berkas perizinan yang sudah jadi secara online kepada warga, dengan syarat warga mencantumkan alamat email dalam formulir perizinan yang diberikan,” jelas Taswin.  Selain itu, Taswin menyebut, produk seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Usaha Industri (IUI) maupun izin usaha pemondokan (kos-kosan) juga sudah diterbitkan secara online. Pemohon bisa mencetak produk perizinan itu secara mandiri dan tidak perlu lagi datang ke dinas terkait. “Jadi tidak perlu lagi masyarakat datang, dan masing-masing izin itu ada barcodenya sehingga tidak bisa diduplikasi,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Kanti Budiarti mengungkapkan, selain perpajakan dan perizinan, layanan administrasi kependudukan (adminduk) juga bisa diakses melalui E-Kios yang tersedia di kantor kelurahan dan kecamatan. Sehingga masyarakat tak perlu harus datang jauh-jauh ke Siola. “Terkait layanan E-Kios di kelurahan dan kecamatan sudah lama tersedia. Bagi warga yang tidak dapat menggunakan (e-kios) akan dibantu petugas,” kata Kanti.

Untuk itu, pihaknya berharap, masyarakat bisa memaksimalkan berbagai fasilitas pelayanan yang telah disiapkan oleh Pemkot Surabaya tersebut. “Baik itu akta kelahiran, kematian, maupun perubahan KK. Termasuk juga antrian untuk cetak E-KTP,” ujarnya. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengimbau masyarakat agar tak perlu datang pagi-pagi untuk mendapat layanan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit milik Pemkot Surabaya. Sebab, masyarakat dapat melakukan antrian pendaftaran secara online melalui layanan e-health, baik di laman website maupun aplikasi android.

“Jadi masyarakat bisa datang sesuai estimasi waktu yang sudah diberikan di pendaftaran online tersebut,” jelas Nanik. Pasalnya, Nanik menyebut, biasanya masyarakat ini datang lebih pagi dengan harapan mendapat layanan kesehatan lebih awal. Sehingga terkadang mereka harus menunggu antrian untuk mendapat fasilitas layanan kesehatan.

“Di 63 Puskesmas sudah melayani layanan pendaftaran online. Kemudian di dua Rumah Sakit milik pemkot, yakni RSUD Soewandhi dan RSUD Bhakti Dharma Husada juga sudah online,” pungkasnya. (ton)