Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Adanya status waspada virus corona (COVID -19) tidak mengurangi dan mempengaruhi aktivitas jual beli pasar rayat di Surabaya. Seperti Pasar Genteng yang merupakan salah satu pasar rakyat terbesar, setiap hari ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli kebutuhan bahan pokok (bapok). Kepala Pasar Genteng Surabaya, Hari mengatakan, Pasar Genteng sampai saat ini masih ramai dikunjungi masyarakat khususnya yang tinggal ditengah-tengah Kota Surabaya untuk berbelanja.

“Mereka kebanyakan para ibu-ibu berbelanja seperti hari-hari sebelum merebaknya virus corona dan membeli bapok sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada yang melakukan aksi borong,” kata Hari, di Pasar Genteng Surabaya, Senin (16/3). Menurut Hari, dengan tidak adanya masyarakat yang melakukan aksi borong atau panic buying harga-harga bapok tetap stabil kecuali gula pasir, bawang putih dan bawang bombay yang harganya memang ada kenaikan. Seperti gula pasir harganya saat ini Rp 16.500/kg sama dengan rata-rata Jawa Timur, bawang putih sincau Rp 40.000/kg, bawang putih Kathing Rp 45.000/kg dan bawang bombay yang harganya Rp 130.000/kg.

Di Pasar Genteng Surabaya dan data dari Siskaperbapo Disperindag Jawa Timur, Senin (16/3) menyebutkan, beras kualitas primiun bewangan dan mentik wangi rata-rata Rp 12.000/kg, beras Ir 64 Rp 9.400/kg, tepung terigu segitiga biru Rp 9.000/kg. Daging sapi murni kualitas bagus Rp 110.000/kg, daging ayam broiler Rp 30.000/kg, telur ayam ras broiler Rp 25.000/kg, cabe rawit Rp 40.000/kg, cabe merah besar biasa Rp 40.000/kg dan cabe merah besar keriting Rp 50.000/kg. (nanang)