(bisnissurabaya.com) – Wabah virus COVID-19 makin menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, jumlah penduduk yang telah dinyatakan positif terinfeksi virus ini pun perlahan tapi pasti jumlahnya merangkak naik dari hari ke hari.

Presiden RI, Joko Widodo, sudah membentuk satgas guna mengendalikan penyebaran virus COVID-19, tak terkecuali para kepala daerah pun sibuk membuat kebijakan yang berubah-ubah setiap saat mengikuti perkembangan dari penyebaran virus tersebut.

Seolah tak pandang bulu, virus COVID-19 ini pun telah dinyatakan positif menginfeksi menteri perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

“Sangat bisa dimengerti jika beberapa kepala daerah pun sudah mulai memperkecil resiko dengan menghimbau warganya untuk menghindari kegiatan yang melibatkan orang banyak, bahkan meliburkan kegiatan belajar mengajar (sekolah) di daerahnya masing-masing, demi mempersempit kemungkinan makin merebaknya virus COVID-19 ini,” kata Wakil Jetua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng & DIY Bambang Widjanarko.

Menjawab pertanyaan terkait bagaimana kesiapan Aptrindo dalam menghadapi kemungkinan tersulit seandainya kepala negara atau kepala daerah sampai memberlakukan _lockdown_ suatu saat nanti, dirinya menyatakan,”Semua anggota Aptrindo siap untuk mengikuti instruksi pemerintah pusat maupun daerah dan kami selalu siap untuk senantiasa menjaga keterjaminan rantai pasok logistik semua kebutuhan pokok dan obat-obatan hingga ke seluruh pelosok negeri, jika memang dibutuhkan, tentunya dengan SOP yang diatur oleh pemerintah”.

“Lockdown itu kan sifatnya hanya melarang masyarakat berseliweran melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak, sebagai upaya untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19, namun rantai pasok logistik semua kebutuhan pokok dan obat-obatan harus tetap terjamin,” ujar Bambang.

“Aptrindo menjamin tidak akan menaikkan tarif muatan saat negara sedang dalam keadaan susah, bahkan dalam 2 bulan terakhir sudah ada beberapa pengusaha truk yang menurunkan tarif muatan akibat lesunya bisnis angkutan dampak dari penyebaran wabah COVID-19 di seluruh dunia,” tegasnya.

Bambang menghimbau kepada petugas kepolisian untuk berperan sebagai Robin Hood yang menyita tissue, masker dan hand sanitizer dari para pengusaha nakal yang saat ini bermaksud mengail di air keruh untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan di jalanan. (bw)