Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jawa Timur/Jatim kaya akan kopi. Karena itu, para pihak yang terkait dengan kopi harus mampu membangun branding. Ini tugas berat yang harus diemban Dewan Kopi Jatim untuk mewujudkan harapan dan cita-cita masyarakat di propinsi yang memiliki 38 kabupaten/kota ini.
Penegasan itu dikemukakan Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir Karyadi, ketika berbicara disela Festival Kopi ber-SNI dengan thema ‘Menggenjot Ekspor Kopi dan Produksi Kopi Bermutu untuk Kesejahteraan Petani/UKM’ sekaligus memperingati Hari Kopi Nasional di Surabaya Selasa (11/3) kemarin.

Ia menyatakan, potensi lahan kopi Arabika masih cukup luas ada 15.000 hektare sehingga masih terus dilakukan pengembangan. “Di Lereng Ijen, Lereng Bromo, Tengger, Semeru, ada di Argopura, Wilis, Arjuno, ini masih punya potensi luas,” paparnya. Sedangkan terkait peningkatan nilai tambah di kelompok tani kopi kata Karyadi, pihaknya terus menggiatkan pengembangan kopi hingga hulu sampai hilir. Dari realitas potensi kopi di Jatim yang mempunyai pangsa pasar besar, Karyadi mendorong industri kopi yang belum menerapkan, untuk dapat menerapkan SNI.

Ngopi bareng. (Foto/ist)

“Dengan menerapkan SNI dapat menjamin kualitas dan mutu kopi, sehingga pada akhirnya dapat bersaing di kancah internasional,” ujarnya. Sebagai informasi, berdasarkan data dari BPS, nilai ekspor kopi Indonesia pada 2018 sebesar US$806.878.600 dan menurut data yang dirilis International Coffee Organization, Indonesia merupakan negara kelima pengkespor terbesar di dunia.
Guna menggencarkan promosi kopi ber-SNI penyelenggaraan Festival Kopi Ber-SNI sekaligus sebagai salah satu kegiatan edukasi masyarakat terkait syarat mutu dalam SNI terkait kopi. Syarat mutu kopi intstan dalam SNI diantaranya, bau normal; warna normal; kafein minimal 2,5 persen (kadar kafein kopi instan) dan maksimal 0,3 persen (kadar kafein kopi instan dekafein); total glukosa maksimal 2,46 persen, cemaran logam seperti timbal maksimal 2,0 mg/kg; serta merkuri maksimal 0,03 mg/kg.

Ketua Umum Dewan Kopi Jatim, Dr KH Muhammad Zakki, Msi menambahkan, apa yang dilakukan saat ini tidak hanya sekedar integrasi hulu dan hilir tapi bisa menciptakan nilai manfaat. “Kegiatan ini menjadi luar biasa, geliat UMKM kopi untuk pengembangan ekonomi petani jalan, tidak hanya sekedar integrasi hulu dan hilir tapi menciptakan nilai manfaat,” ungkap Muhammad Zakki disela kegiatan Ngopi bareng menggenjot Ekspor dan produksi dengan penerapan SNI.
Ia menjelaskan, dalam kesempatan ini pihaknya juga mengkampanyekan kopi Jatim ber SNI sehingga bisa diterima berbagai kalangan. Satu diantara upaya lain yang dilakukan yakni mempertahankan cita rasa kopi untuk bisa berdaya saing.

“Harapan kami kopi Jatim ber SNI dapat di terima di pasar Nasional dan Internasional. Dewan Kopi Jatim akan bersama-sama terus menggerakkan dan mempertahankan cita rasa kualitas kopi Jatim lebih baik,” terangnya. (bw)