Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Mahalnya harga rempah-rempah di pasaran, membuat Satgas Pangan Polda Jawa Timur beserta KPPU, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, melakukan sidak di Pasar Tradisional Keputran Surabaya. Hasilnya petugas menemukan harga rempah-rempah seperti jahe merah dan kencur mencapai Rp 80.000 yang sebelumnya hanya Rp 40.000. Fakta ini menunjukkan ada kenaikan seratus persen dari harga sebelumnya.

Akibat merebaknya isu virus corona di masyarakat, membuat sejumlah harga rempah-rempah di pasar tradisonal melambung tinggi. Satgas Pangan Polda Jatim beserta Komisi Pengawas Persaingan Usaha/KPPU, melakukan sidak di Pasar Tradisional Keputran Surabaya.
Hasilnya, petugas menemukan harga rempah-rempah seperti jahe merah dan kencur, naik seratus persen. Padahal, sebelumnya harganya hanya Rp 40.000 per kilo.

Saat ini harganya melambung hingga Rp 80.000. Sedangkan harga rempah lainnya seperti serai, temu lawak juga ikut merangkak naik. Sementara itu, Ketua KPPU, menilai meski harga rempah-rempah mahal, namun harganya masih bisa terbeli oleh masyarakat. Pihaknya, melakukan kordinasi dengan Satgas Pangan yang menduga ada penahanan barang.

Salah satu pedagang pasar keputran Surabaya mengatakan. Harga rempah-rempah saat ini melambung tinggi, karena barang langka dan banyak pembeli.
Selain pedagang jamu, masyarakat biasa juga banyak yang membeli, meski harganya mahal. Akibat dugaan merebaknya Virus Corona di Indonesia, sejumlah rempah-rempah di pasaran mengalami kenaikan cukup tinggi. Karena rempah-rempah diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari Virus Corona. (feri/stv)