Gresik, (bisnissurabaya.com) – Menghadapi pemberitaan mewabahnya Virus Corona tidak perlu panik. Dan jangan borong makanan atau sembako berlebihan. “Anda semua jangan sampai ikut-ikutan panik dengan ikut memborong sembako. Ingat saudara kita yang kekurangan, yang masih belum mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari cukup banyak.

Yang penting anda harus selalu hidup sehat, dengan selalu mencuci tangan pakai sabun ,” kata Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, dihadapan para Aparatur Sipil Negara/ASN saat apel Hari Jadi ke 533 Kota Gresik di halaman Kantor Bupati, Senin (9/3). Bupati juga mengingatkan kepada seluruh Kepala OPD agar mendata seluruh anak buahnya yang berpergian ke luar negeri, misalnya baru datang dari tanah suci (umroh).

Agar mereka bisa di periksa oleh tim kesehatan Pemkab Gresik. “Saya besok juga akan mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah, Camat, Kades, Lurah, Direktur Rumah Sakit serta beberapa pimpinan kelompok masyarakat yang diperkirakan sebanyak dua ribu orang untuk mensosialisasikan keadaan ini,” tandas Sambari. Terkait usia Pemkab Gresik yang sudah 46 tahun dan usia Kota Gresik yang ke 533, bupati dengan bangga menyatakan bahwa Gresik saat ini sudah banyak berubah.

“Kalau dulu, Gresik hanya hanya punya beberapa hotel, saat ini kita punya banyak hotel berbintang dan Mall. Saya juga akan berupaya pada tahun terakhir masa kepemimpinan saya seluruh proyek sudah bisa selesai. Underpass Randuagung, Masjid Agung di Balongpanggang, Jalan-jalan sudah bisa diperbaiki,” tambahnya.
Pada apel pagi kali ini memang spesial, seluruh peserta upacara mengenakan Pakaian Khas Gresik (PKG). Busana yang dikenakan Bupati Sambari dan Wakil Bupati (Wabup) Mohammad Qosim serta pejabat Pemkab, modelnya mirip Beskap berwarna putih.

Kerah tidak berlipat (kerah shanghai) yang diberi pin emas dan kancing berjajar lurus di bagian depan. Busana tersebut dilengkapi asesoris kuku macan dari emas yang digantungkan di bagian saku. Sedangkan bagian bawah memakai celana panjang warna putih berpadu sarung yang dipakai sampai sebatas lutut.

Sedangkan busana para ibu pejabat dan para karyawati kantor Pemkab memakai busana khas Gresik. Aneka warna-warni yang dikenakan tampak mencolok saat berbaris. Berbagai macam corak serta warna busana dikenakan oleh para karyawati yang sedang berbaris melaksanakan apel pagi. Ada yang berwarna merah, kuning, hijau, ungu, coklat serta berbagai warna ikut menghiasi lapangan tempat apel yang biasanya di dominasi satu warna yaitu warna kheki warna seragam khas ANS.

Apel kali ini tak ada seragam, atau pakaian dinas harian (PDH). Penampilan para karyawati ini betul-betul berbeda. Perbedaan penampilan sangat tampak dan semakin menambah keanggunan manakala balutan kurosi (kudung sarung) khas Gresik berpadu dengan warna pakaian. Selepas apel, ANS Pemkab Gresik tak langsung masuk ruangan.

Mereka justru sibuk mencari tempat untuk berswafoto. Mereka berkelompok sambil mengajak Bupati, Wabup dan Plt. Sekda Gresik untuk menjadi bagian dari foto mereka. Jadilah ketiga tokoh Gresik ini menjadi artis dadakan.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, pakaian busana muslim warna putih ini juga menunjukkan ciri khas para santri di Gresik. “Pemakaian busana khas Gresik ini berlaku mulai Senin sampai Jum’at, mulai hari ini 9 Maret. Pemakaian seragam ini merujuk surat edaran Bupati tentang penggunaan pakaian khas Gresik pada peringatan HUT ke 46 Pemkab dan hari jadi ke 533 kota Gresik tahun 2020,” tandas Reza. Masih menurut Reza, rangkaian kegiatan lain yang tak kalah menariknya yaitu Minggu 15 Maret 2020.

Pemkab Gresik melaksanakan Pawai Akbar 5 tahunan. Beberapa ruas jalan akan ditutup, yaitu Jalan Sunan Giri, Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan Kartini dan Jalan Dr. Sutomo serta Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Pahlawan. (sam)