Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Untuk menggenjot pelaporan pajak bagi wajib pajak/WP, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim II menggelar acara Spectaxcular 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo ini dapat antusias warga dan WP.

Dalam kegiatan itu, selain dilengkapi dengan acara Senam Sehat, Pajak Corner, Hey Ho Dance Flashmob, Music Performance, Fun Games dan juga dilengkapi doorprize. Rata-rata pengunjung mengikuti kegiatan yang disediakan di Kanwil DJP Jatim II itu.

“Memang acara spectaxcular ini rutin, targetnya kami ingin mengingatkan kembali agar para WP memenuhi kewajiban perpajakannya. Yakni melaporkan SPT tahun dan membayar kewajiban pajaknya,” kata Kepala Kanwil DJP Jatim II, Lusiani didampingi Kabid P2Humas, Nyoman Ayu Ningsih, Minggu (8/3).

Lusiani, memaparkan acara Spectaxcular sengaja digelar Maret 2020. Hal ini lantaran laporan SPT bagi WP pribadi terakhir targetnya 31 Maret. Sedangkan untuk WP Perusahaan (PT) terakhir 30 April.

Karena itu, kata dia, kami menyediakan layanan pajak corner. Ini semata-mat agar wajib pajak mengingat kewajibannya karena terkadang ada yang belum laporan SPT karena lupa atau tidak tahu bagi WP baru,” imbuhnya.

Soal target laporan SPT, kata Lusiani, pihaknya menargetkan maksimal atau sekitar 100 persen. Hal ini lantaran di Tahun 2019 lalu, target itu terpenuhi sekitar 95 persen. Sisanya belum melaporkan SPT tahunannnya.

“Kami berharap kepatuhan WP 100 persen. Itu karena layanan laporan SPT sekarang dimudahkan dan tak ada yang dipersulit pada masing-masing Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan KPP Pratama. Semua agar penerimaan pajak naik dari tahun ke tahun,” urainya.

Bagi Lusiani, WP selayaknya melaporkan lebih awal laporan SPT. Hal itu agar segera diketahui nilai kewajiban pajaknya yang digunakan untuk pembangunan di seluruh pelosok Indonesia. Karena SPT bagian laporan WP membayar pajaknya setiap ada kenaikan kemampuan ekonomi.

“Di lapangan ada WP gajian bulanan, tapi ada juga WP yang tidak dapat gaji bulanan tapi bisnis. WP ini tak bergaji tapi ada kenaikan pendapatannya. Maka wajib memasukkan dalam SPT. Karena itu membantu dalam pembangunan negara,” tegasnya. (rino)