Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Alternatif terbarukan lahir dari Unika Widya Mandala bekerjasama dengan DKRTH Surabaya. Daun kering yang biasanya dibiarkan masyarakat, kini disulap menjadi briket arang yang dapat digunakan. Hal ini guna menuju Surabaya Smart City yang berkelanjutan.

Inovasi baru, energi alternatif terbarukan semakin berkembang. Salah satunya, briket arang. Briket arang berbahan baku sampah daun kering ini, menjadi terobosan baru bagi masyarakat untuk memanfaatkan daun kering yang biasanya diabaikan. Sembari menuju Surabaya Smart City yang berkelanjutan, sehingga bekerja sama dengan DKRTH Surabaya untuk melakukan mini workshop di beberapa titik.

Salah satunya di Balai RW 3 Jalan Kedung Klinter. Berawal dari inovasi, sang dosen kimia dan elektro di Unika Widya Mandala Surabaya, berhasil menciptakan energi alternatif baru dari sampah organik untuk masyarakat sekitar. Kasubag Pemberdayaan Masyarakat DKRTH Surabaya, Ir Joelianto Mardias, mengatakan, pembuatannya yang sederhana dan menggunakan mesin khusus ini dimulai dengan empat tahap. Pertama, mengubah sampah kering menjadi arang. Setelah itu, membuat adonan lem kanji sebagai perekat, lalu menggerus arang supaya menjadi lembut dan siap cetak.

Terakhir mencetak arang tadi menjadi briket. Proses pencetakan sendiri tidak lama, namun pengeringan membutuhkan waktu minimal 2 hari supaya siap pakai.
Dengan adanya hal ini, pemerintah berharap masyarakat Surabaya bisa memanfaatkan lingkungan sekitar untuk alternatif energi terbarukan. (diah/yudha)