Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pameran bisa menjadi ajang untuk mempromosikan produk unggulan pengrajin asal Jawa Timur/Jatim. “Lewat Pameran Kriya Dekranasda Jatim kami berharap bisa menjadi ajang untuk mempromosikan dan memasarkan produk unggulan para perajin daerah yang merupakan binaan Dekranasda kab/kota se-Jatim untuk,” kata Ketua Dekranasda Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak, di Surabaya Rabu (4/5).

Ia menjelaskan, pameran tersebut menjadi salah satu bentuk fasilitasi para perajin yang tergabung dalam Dekranasda kab/kota. Utamanya, untuk mengetahui potensi-potensi dan keunikan kerajinan yang dimiliki masing-masing daerah.
“Di pameran ini para perajin bisa saling bersilaturahim dan bertatap muka, sehingga para perajin daerah tersebut bisa saling compare potensi antara satu sama lain,” tukasnya.

Ia menambahkan, selain bidang promosi dan pemasaran, Dekranasda Prov. Jatim juga fokus pada peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas produk dan fasilitasi sertifikasi. Salah satunya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pengrajin Jawa Timur bersinergi dengan Pemprov Jatim. “Kedepannya, saya harap Dekranasda Prov.

Jatim bisa terus bersinergi dengan Dekranas dan Dekranasda Kab/Kota sehingga bisa menjadi salah satu pilar bagi perekonomian daerah. Sehingga, akan bisa semakin meningkatkan kesejahteraan para perajin,” ungkap Arumi.
Kepada para perajin, Arumi berpesan, agar tidak berputus asa dan terus berinovasi menghasilkan produk yang berkualitas dalam menghadapi pasar bebas. Selain itu, juga tetap mengedepankan karakter budaya lokal dengan harga yang lebih kompetitif.

Dengan demikian, para perajin akan mampu berdaya saing baik di tingkat nasional maupun regional.
“Nilai perdagangan antar Pulau Jawa senantiasa menunjukkan nilai yang surplus. Ini membuktikan bahwa produk kita mempunyai daya saing dan perlu diperkuat sehingga bisa menguasai pasar dalam negeri,” tegas Arumi.
Selain pameran, pada kegiatan tersebut juga diselenggarakan kegiatan lomba fashion show busana batik di 38 Dekranasda kab/kota di Jatim.

Fashion show tersebut bertemakan “Membumikan Batik Jawa Timur Melalui Upaya Pemberdayaan Generasi Muda Perajin Batik Jawa Timur”.
Arumi menjelaskan, lewat fashion show tersebut diharapkan bisa semakin menggali ide kreatif dari pengrajin batik dalam rangka memperkenalkan motif batik khas daerahnya. Serta, untuk meningkatkan regenerasi pengrajin batik, meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap batik, dan meningkatkan promosi batik khususnya yang bernuansa kearifan lokal.
“Dalam ajang lomba fashion show ini tidak ada yang paling baik, namun lebih kepada siapa yang paling kreatif dalam menampilkan motif khas batik yang dimiliki. Ini penting, karena setiap daerah di Jatim sudah memiliki batik khas yang memiliki keunggulan masing-masing,” ujarnya.

Usai membuka pameran tersebut, Arumi juga menyempatkan diri untuk melihat stand-stand kerajinan peserta dari Dekranasda kab/kota di Jatim. Ia bahkan juga dengan senang hati memenuhi permintaan foto dari para peserta yang hadir. Turut hadir pada kegiatan ini, antara lain, Ketua Persit Kartika Candra, para Ketua Dekranasda dari 38 kab/kota se Jatim, serta beberapa pejabat OPD di lingkup Pemprov Jatim. (bw)