Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan Apartemen The Frontage A Yani, Surabaya akhirnya menggelinding ke polisi. Para korban mempertanyakan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang miliaran rupiah karena pengembang tak memberikan kejelasan pembangunan ke Polrestabes Surabaya Senin (2/3).
Pengacara para korban penipuan, Dimas Yemahura Alfaruq, mengatakan, awalnya kasus ini sudah dilaporkan ke Mapolda Jatim. Hanya saja, pihak Polda Jatim melimpahkan kasus pidana ini ke Polrestabes Surabaya.

“Kita datang untuk meminta sejauh mana perkembangan laporan yang kita buat. Sebab laporan kami sejak 14 Februari lalu sampai sekarang belum jelas. Kita tanya ke petugas apa sulitnya pengungkapan kasus ini hingga setahun belum ada tindak lanjut,” kata Dimas Sementara itu, empat orang pembeli properti melaporkan pelaku ke polisi dikarenakan diduga menggelapkan uang atau melakukan penipuan jual beli properti. Dimas menjelaskan, pasca pertemuan dengan penyidik, dirinya mengaku polisi kesulitan mengungkap kasus yang dilaporkannya ini.

“Intinya, kami kemari untuk menanyakan perkembangan laporan. Tadi sudah ditemui Kanit Harda dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Hasil pertemuan polisi masih kesulitan menentukan tindak pidana atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh PT Trikarya Graha Utama (TGU) selaku developer apartemen tersebut,” kilahnya.
Dimas menjelaskan, melihat keluhan susahnya pengungkapan kasus pelaporan tersebut, polisi membutuhkan saksi ahli.

Saksi ahli ini diharapkan bisa membuat laporan kliennya ini gamblang apakah masuk sebagai penipuan, penggelapan atau bukan sebuah perkara kriminal.
Dimas berharap kasus tersebut menemui titik terang dan kepastian hukum terutama bagi para korban. Dari empat konsumen yang memberikan kuasa kepadanya, total kerugian yang diderita mencapai Rp 5,5 miliar. “Kerugiannya sekitar Rp 5,5 miliar, kalau untuk total semua konsumen atau user bisa mencapai Rp 150 miliar.

Harapan kami polisi segera mengusut tuntas kasus tersebut agar kami para korban bisa tahu dan harapannya uang bisa kembali,” ungkapnya. Kasus Apartemen The Frontage A Yani itu mencuat setelah para korban merasa ditipu lantaran serah terima kunci yang dijanjikan pihak pengembang tak juga terealisasi. Konsumen tertarik membeli apartemen tersebut karena pihak PT TGU menjanjikan investasi berupa kondotel yang mulai dibangun pada 2016 dan akan serah terima kunci pada 2017-2018. Faktanya, sampai saat ini, progres pembangunan apartemen yang berlokasi di Selatan Jatim Expo Surabaya itu mangkrak. (rino)