Gresik, (bisnissurabaya.com) – Ratusan warga Gresik jadi korban penipuan. Mereka dijanjikan bisa bekerja menjadi securty dan Office Boy,(Ob), di perusahaan BUMN terbesar dengan gaji tinggi. Namun, mereka justru jadi korban penipuan yang diduga dilakukan PT sss berkerja sama dengan PT Aprog Jaya. Untuk bisa masuk security, korban harus bayar Rp 4,5 juta per orang.

sedangkan, OB Rp 1,8 juta per orang. Total kerugian mencapai satu miliar rupiah. Merasa ditipu, minggu siang, perwakilan korban melaporkan pelaku ke Mapolres Gresik. Dengan didampingi kuasa hukum, perwakilan korban penipuan melapor ke spkt Mapolres Gresik.

para korban ini, melaporkan dirut PT Sumber Daya Sentosa Sejahtera, SSS, yang diduga pelaku penipuan rekrutmen lowongan pekerjaan. Penipuan tersebut terjadi 28 November 2019 lalu. Awalnya korban mendapat informasi di PT Sss, ada lowongan pekerjaan. dalam lowongan tersebut, para korban dijanjikan dan dijamin langsung bisa masuk kerja dengan jabatan security dan Office Boy/OB, di empat perusahaan BUMN terbesar.

Diantaranya, PT pertamina, PT Pelindo iii, PT Freeport, PT Smelting. Untuk jabatan Security, para calon tenaga kerja, harus membayar Rp 4,5 juta per orang. Sedangkan, jabatan OB, harus bayar Rp 2,5 juta per orang. Demi mendapatkan pekerjaan, para korban mengaku, terpaksa hutang dan menjual sepeda motor milik orang tua.

Bagian securty, korbannya sekitar 250 orang yang sudah mendaftar dan membayar. sedangkan, OB atau Cleaning Servis, sekitar 800 orang. Uang pendaftaran tersebut, untuk beaya pelatihan para calon tenaga kerja di bagian Security dan OB atau Cleaning Servis.
Para korban mengaku tergiur dengan iming-iming bisa bekerja di perusahaan besar dengan bayaran Rp 7 juta hingga Rp 8 juta sebagai Securty.

Sedangkan, untuk OB, bisa mendapatkan gaji Rp 4 juta – Rp 5 juta. Rekrutmen gelombang pertama dan kedua, para korban dijanjikan sudah bisa bekerja pertengahan Januari 2020 lalu. Namun, setelah para korban menagih janji melalui Wa group, Dirut PT Sss Entis Sutisna, menjawab jadwal masuk kerja berubah awal Februari 2020.
Para pekerja kembali menagih, kapan bisa masuk kerja, namun, Dirut PT SSS, menjawab mundur lagi pertengahan 18 Februari, namun, hingga akhir bulan tidak ada kepastian.

Perwakilan calon tenaga kerja terpaksa melapor ke Polres Gresik, dengan membawa barang bukti lengkap, dugaan penipuan yang dilakukan PT SSS.
Kuasa hukum korban, sudah mengkroscek, keempat perusahaan BUMN tersebut, ternyata belum ada rencana membuka lowongan kerja. Sementara, Polres Gresik belum memberikan keterangan terkait laporan tersebut. Namun, dari keterangan kuasa hukum korban penipuan, berdasarkan bukti-bukti laporan, PT Sss bekerjasama dengan PT Aprog Jawa.

PT Aprog Jaya, 25 Desember 2019 lalu diketahui dan terbukti melakukan rekrutmen tenaga kerja, di wilayah hukum Polres Madiun. Namun, pekerjaan yang dijanjikan ternyata abal-abal. Pasca kasusnya terungkap dan dilaporkan para korban di Polres Madiun, akhir Desember 2019, PT Aprog Jaya justru melakukan rekrutmen lagi di wilayah Gresik, dengan menggandeng PT SSS milik Entis Sutisna. (bashoir/stv)