Manado, (bisnissurabaya.com) – Operator telekomunikasi terus berinovasi. Karena itu XL berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan. Salah satunya melalui proses fiberisasi yang saat ini masih terus dilaksanakan di berbagai wilayah Sulawesi Utara. Terutama Kota Manado sebagai kota terbesar yang juga menjadi pusat berbagai aktivitas di provinsi tersebut.

Penegasan itu dikemukakan Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit, di Manado Sabtu (29/2) kemarin.
Ia L menjelaskan, secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan Base Transceiver Station (BTS) melalui jalur fiber. Termasuk dalam proses ini adalah melakukan regenerasi perangkat BTS. Antara lain, mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber.

Program fiberisasi jaringan merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G di masa depan. Sebagai teknologi jaringan tercanggih, 5G mampu menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah. Keunggulan teknologi ini hanya bisa didapatkan jika site atau BTS terkoneksi dengan jaringan fiber. XL telah melaksanakan program ini secara masif di seluruh wilayah Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Hingga saat ini, kata dia, fiberisasi jaringan XL sudah terlaksana di semua ibukota provinsi di Sulawesi dan kota-kota besar. Terutama di kota atau area yang memang secara pertumbuhan data sudah memerlukan jaringan fiber. Di seluruh wilayah Sulawesi, fiberisasi sudah menjangkau sekitar 40 persen BTS yang ada.

Menurut dia, hingga akhir 2019, sekitar 50 persen BTS telah terhubung dengan jaringan fiber. Target hingga akhir 2020, fiberisasi akan terus ditingkatkan menjadi sekitar 70 persen BTS. Percepatan fiberisasi kini sedang dilakukan di wilayah luar Jawa, mengingat pertumbuhan trafik data yang sangat pesat dalam setahun terakhir.

Head of Sales Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, Andi Ikhsan, mengatakan, fiberisasi terus berlangsung dan terbukti mampu meningkatkan kualitas layanan data 4G XL Axiata. Ia berharap, bisa menunjukkan secara langsung kepada masyarakat peningkatan kualitas jaringan data hasil dari fiberisasi dengan lebih stabil.

Tantangan yang harus diselesaikan peserta terdiri atas kuis dengan sejumlah pertanyaan melalui video streaming di aplikasi Youtube. Selain itu, ada juga gim yang memanfaatkan platform media sosial lainnya. Seperti Spotify, Instagram, dan Netflix. Jenis tantangannya meliputi aktivitas digital untuk menguji kualitas jaringan setelah dilakukan fiberisasi. Semua jenis tantangan mengharuskan peserta untuk mengakses layanan data dengan kapasitas besar seperti streaming, mengunduh, mengunggah, dan memainkan gim.

Dengan mengundang para tokoh yang memiliki pengaruh kuat di media sosial atau yang biasa disebut sebagai key opinion leader (KOL) sebagai peserta, XL Axiata sekaligus berusaha menunjukkan dan meyakinkan masyarakat luas bahwa upaya terus menerus akan dilakukan guna memenuhi ekspektasi pelanggan atas kualitas layanan data yang mampu mendukung aktivitas produktif mereka.

Ke-10 penggiat media sosial yang akan menjadi peserta “DigiRace” putaran keempat ini adalah adithybrid, allanpendong, amelialoraine, angeliajovanka, firarurirero, jeremiaassa, nando mogonta, reni_daud, ridhohrndz, dan virginiaprilia. Selama di Manado, mereka mengunjungi kurang lebih delapan lokasi, mulai dari Warung Kobong, Bacarita Café, Taman Kesatuan Bangsa, Rumah Alam Adventure Park, Patung Yesus Memberkati, Warkop Kemang, Museum Negeri Sulawesi Utara dan ditutup di Pirates Café Manado.

Kegiatan yang sama serentak digelar di 4 kota besar yakni, Pekanbaru, Bogor, Cimahi, dan Pontianak pada 29 Februari 2020 diikuti oleh total 50 influencer. Targetnya kegiatan ini bisa menjangkau 5 juta user lewat berbagai media sosial dan kanal digital. Diharapkan dengan dilanjutkannya kegiatan ini dapat memberikan lebih banyak masukan sebagai acuan untuk terus melakukan perbaikan dalam rangka menjaga kualitas layanan XL Axiata di masa mendatang. (bw)