Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Sidoarjo sudah overload melebihi kapasitas hunian. Sehingga perlu dicari solusi pemecahannya agar tidak menimbulkan masalah baru.

H.Rahmat Muhajirin SH, Anggota Komisi III DPR RI mengatakan kondisi overload kapasitas LP itu didepan Menteri Hukum & HAM Yasonna Hamonangan Laoly, saat rapat dengar pendapat di gedung Nusantara DPR RI.

H.Rahmat Muhajirin politisi Partai Gerindra itu menuturkan, kelebihan kapasitas ini, salah satunya akibat banyaknya narapidana kasus penyalahgunaan narkoba.
“Kondisi Lapas-lapas di Sidoarjo yang saya pantau langsung saat kunjungan kerja, sudah sangat overload. Dan ini harus ada solusi cepat, agar kondisi ini, tidak menjadi masalah di kemudian hari,” papar Rahmat Muhajirin.

Ada satu solusi yang ditawarkan Rahmat panggilan akrab pria ini, untuk bisa mengurai penuhnya kapasitas Lapas di Sidoarjo.
Salah satu solusi itu menitipkan tahanan maupun narapidana kasus narkoba, ke Lapas Militer yang berada di Wonoayu.

“Dengan dititipkannya para narapidana narkoba ke Lapas Militer ini, saya yakin mereka akan dibina dengan cukup disiplin dan terpantau. Tolong Pak Menteri melakukan komunikasi ke Kementrian Pertahanan atau ke Binkum TNI untuk membahas ini,” jelas Rahmat Muhajirin.

Apa yang disuarakan oleh Rahmat Muhajirin terkait kondisi overload Lapas Sidoarjo ini, nyatanya memang demikian.
Dari data yang ada, Lapas Kelas II A Sidoarjo yang seharusnya dihuni 343 warga binaan, sekarang dihuni seribu lebih warga binaan.

Dari jumlah warga binaan tersebut, banyak narapidana kasus peredaran dan pemakai narkoba.
Kapasitasnya cuma 350 tapi dihuni oleh 1.100 orang, alias tiga kali lipat melebihi kapasitas. Dari jumlah itu 60 persen penghuninya terjerat kasus narkoba.

Sementara itu Menkumham mengapresiasi masukan dari Rahmat Muhajirin, untuk selanjutnya akan dibahas secara lebih terperinci lagi soal pemanfatan Lapas Militer di Sidoarjo untuk Narapidana Narkoba pada umumnya. (rino)