Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Produk pupuk palsu siap edar, digagalkan aparat kepolisian. Satu truk bermuatan 22 ton atau 440 sak pupuk palsu dan tidak bersertifikat SNI, berhasil diamankan Unit Pidsus Satreskrim Polresta Sidoarjo. Truk itu diamankan di Jalan Arteri Porong, Sidoarjo, belum lama ini.

“Dari hasil pemeriksaan tim kami, ternyata pupuk tersebut diproduksi CV Bangun Tani di Desa Manduro Manggung Gajah, Ngoro, Mojokerto. Dan produk itu tidak bersertifikat SNI dan tidak dicantumkan kandungan dari pupuknya,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Selasa (25/2).

Kemudian Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan pemilik usaha pupuk ini, AR (67) warga Sumorame, Candi, Sidoarjo.

Menurut keterangan tersangka, dirinya telah 14 tahun memproduksi pupuk ini. Dan memasarkannya ke Bali dan Sumatera daerah Medan.

Proses pembuatan pupuk TSP yang dilakukan tersangka, yakni dengan mencampurkan bahan baku berupa dolomit, gipsum ke dalam mesin parabola kemudian digiling hingga keluar butiran-butiran. Kemudian dicampur dengan zat pewarna dan pemadatan. Setelah itu proses selanjutnya dijemur sampai kering, dan jadilah pupuk siap edar.

“Tersangka menjual pupuk ini dengan harga Rp 50.000 per sak atau per 50 kilogram. Omset yang dihasilkan tersangka dalam setahun kurang lebih Rp 250 juta,” imbuh Kapolresta Sidoarjo.

Tersangka AR dibawa ke kantor polisi, dalam kondisi sakit dan menggunakan kursi roda. Namun itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka melanggar pasal 120 ayat 1 jo pasal 53 dikenai ancaman hukuman 5 tahun dan denda Rp 3 milyar. (rino)