(bisnissurabaya.com) – Dewan Koordinasi Daerah (Dekorda) Banyuwangi Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) menggelar bakti sosial (baksos) pengobatan gratis di Pura Nirmala Jati, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Minggu (23/3) pagi. Kegiatan ini serangkaian pelantikan pengurus Dekorda Banyuwangi Puskor Hindunesia.

Menariknya, pengobatan gratis ini tidak hanya diikuti umat Hindu di wilayah Pesanggaran, umat non Hindu juga ikut mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Pengobatan gratis yang melibatkan tim medis dari Puskesmas Pesanggaran ini diikuti oleh puluhan warga dari berbagai lintas agama.
Selain pengobatan gratis, digelar juga pembagian sembako bagi umat Hindu kurang mampu dan seragam bagi pemangku (rohaniwan pura).

” Baksos ini merupakan wujud nyata kegiatan kami,meski baru dilantik, Dekorda Banyuwangi Puskor Hindunesia langsung berkegiatan sosial. Ke depan kegiatan serupa akan terus kita gelar di Banyuwangi. Kegiatan ini kami sebut dengan sewaka dharma,” kata Ketua Dekorda Banyuwangi Puskor Hindunesia, Nyoman Widiratyasa disela kegiatan baksos.
Dijelaskan, Dekorda Banyuwangi Puskor Hindunesia hadir di Bumi Blambangan untuk memberikan pendampingan berbagai hal bagi umat Hindu.

” Organisasi kami sifatnya sosial. Jadi, akan banyak menggelar kegiatan sosial,” jelasnya.
Sementara itu, pelantikan Dekorda Banyuwangi Puskor Hindunesia dilakukan oleh pengurus Dekorda Jawa Timur Puskor Hindunesia, disaksikan Ketua Umum Puskor Hindunesia Ida Bagus Susena. Dia menjelaskan, Puskor Hindunesia sebagai ormas yang memberikan kegiatan sosial bagi umat Hindu di seluruh Indonesia.

Organisasi ini kata dia mendukung keaneka ragaman Hindu di Nusantara, termasuk menjaga keutuhan NKRI. ” Jajaran Dekorda Banyuwangi segera membentuk jaringan hingga ke tingkat desa. Sehingga seluruh umat Hindu di Banyuwangi bisa mendapatkan manfaat dari organisasi ini,” jelasnya. Karena bersifat nirlaba, Puskor Hindunesia menggunakan dana secara swadaya dalam setiap kegiatan.

Ormas ini lanjut dia murni untuk kegiatan ke umatan, sehingga bebas dari kepentingan politik apapun. ” Jika ada anggota parpol yang masuk, kita minta melepaskan baju partai politiknya,” tegas pria asal Denpasar ini. Selian kegiatan sosial, pihaknya juga mengajak untuk melakukan pemberdayaan ekonomi umat, sehingga bisa mandiri. (wir)