Surabaya,(bisnissurabaya.com) Etimen penurunan pertumbuhan ekonomi secara global di sepanjang 2019, tercatat 5,02 persen di kuartal III/2019. Akankah pertumbuhan ekonomi di 2020 meningkat?

Secara umum stabilitas makroekonomi Indonesia masih tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara pertumbuhan ekonomi sendiri Jawa Timur pada kuartal III 2019 yaitu sebesar 5,32 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini tidak terlepas dari peran pembiayaan oleh Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur dan kredit perbankan pada posisi  tumbuh 3,9 persen (November 2019) lalu. Jumlah emiten di Jawa Timur yang melakukan penghimpunan dana di pasar modal meningkat menjadi 37 emiten, adapun total dana yang dihimpun dari 3 emiten yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) 2019 mencapai sebesar Rp 136,8 miliar,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana.

Jumlah investor, lanjut Heru, saham meningkat signifikan sebesar 34,3 persen dan jumlah investor Reksa Dana meningkat sebesar 93,7 persen dari tahun lalu, terutama investor retail. Industri Keuangan Non Bank di Jawa Timur juga meningkat, premi asuransi tumbuh 0,7 persen dan Piutang perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 5,9 persen.

OJK, kata dia, menuangkan kebijakan strategis sektor jasa keuangan untuk lima tahun ke depan dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan tahun 2020-2024.  Ada 5 (lima) kebijakan strategis untuk diimplementasikan di tahun 2020, yaitu peningkatan skala ekonomi industri keuangan, mempersempit regulatory dan supervisory gap antar sektor jasa keuangan, transformasi digital sektor jasa keuangan.

Kemudian mempercepat penyediaan akses keuangan serta mendorong penguatan penerapan market conduct dan perlindungan konsumen dan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Heru menambahkan, sepanjang tahun 2019, OJK Regional 4 Jawa Timur telah melakukan upaya yang masif dan berkesinambungan dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat Jawa Timur guna meningkatkan literasi keuangan untuk mewujudkan Jatim Well Financial Literate.

Upaya peningkatan literasi keuangan ke masyarakat Jawa Timur itu, melalui 194 kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, menginisiasi Program Si-Pinter Keuangan dengan dukungan beberapa universitas di Jawa Timur, serta penerbitan Seri Buku Edukasi Keuangan Syariah.

Upaya lainnya, yakni melakukan peningkatan inklusi keuangan di Jawa Timur selama  2019 dilakukan yaitu melalui program business matching TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) untuk UMKM, mendorong pendirian 15 Bank Wakaf Mikro (BWM) dan perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

“Fungsi perlindungan konsumen dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan, penanganan pengaduan nasabah sebanyak 3.282 pengaduan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Yaitu Tim Kerja Satgas Waspada Investasi (SWI) Jawa Timur untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktik investasi ilegal yang meresahkan masyarakat,” pungkas Heru.(ton)