Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Kepolisian Daerah Jawa Timur/Polda Jatim berhasil mengungkap sindikat pemalsuan dokumen kependudukan. Polisi menduga pemalsuan ini  diduga terkait momen Pemilu, Pilkada dan Pilkades

Pemalsu pembuat dokumen palsu itu berinisial AS (44) warga Srengat, Blitar Jatim diamankan Ditreskrimum Polda Jatim.

“Pelaku memalsukan dokumen dari level tingkat bawah yakni desa, Kelurahan, yaitu surat-surat KK, akta kelahiran, KTP dan keterangan domisili. Hal ini bisa digunakan untuk kepentingan Pemilu, Pemilukada, Pilkades, paspor dan kegiatan lainnya,” terang Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan didampingi Kabid Humas Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dan Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangie, Senin (17/2).

Menurut dia, tersangka AS ini sudah mahir dalam melakukan aksi kejahatan pemalsuan itu, produknya sudah banyak yang memesan diantaranya pemesannya antara lain daerah selain Jawa Timur yakni Lampung, NTB, NTT, Jabar dan Jateng.

“Sindikat ini kami ungkap dengan beberapa sampel, baik dari Dispenduk maupun dari Kecamatan dan Balai Desa,” ujar Luki ini.

Luki Hermawan turut, mencontohkan bahwa ini orang Kukabumi bisa dibuatkan KTP di Ngawi Jawa Timur. Jadi pemesannya memiliki 2 identitas.

“Jadi dokumen yang dipesan itu untuk kepentingan pribadi seperti dibuat dokumen palsu tahun 2020. Di 2020 bisa kita ketahui bersama bahwa ada 270 Pilkada se Indonesia,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, selanjutnya modus pemalsuan dokumen ini akan menjadi marak, digunakan untuk kepentingan pencoblosan. Kini, kasus tersebut dalam proses penyidikan guna perkembangan menguak kasus pemalsuan dokumen.

Ditreskrimum Polda Jatim akan melakukan kerjasama dengan Polda lainya untuk antisipasi kejahatan itu.

Bukan hanya dengan Polda lainnyadi Indonesia, sebut Luki, Polda Jatim juga bekerjasama dengan KPU dan instansi terkait termasuk imigrasi terkait paspor, karena identitas palsu ini akan digunakan untuk penambahan suara dan lain sebagainya.

“Kami dengan tegas melakukan antisipasi juga, dimedia saat ini dengan adanya (isu) pemulangan ISIS tidak menutup kemungkinan ini juga akan digunakan, karena ini untuk mengurus dokumen imigrasi juga. Kami akan kejar bersama pihak Pemda, semoga dapat kami antisipasi,” pungkasnya.

Diketahui tersangka AS kini telah mendekam di rutan Polda Jatim atas perbuatannya, pelaku dijerat sesuai pasal 263 ayat 1 dan 2, junto pasal 93 dan 96 terkait administrasi kependudukan. (ton)