Surabaya, (bisnissurabaya.com) – PENEMUAN macam ini sudah pasti diragukan. Artikel tentang penemuan riset mengenai fungsi kopi bagi kesehatan manusia pada media massa juga diterima banyak audiens dengan ragu-ragu dan skeptis. Jadi, artikel di Opini ini juga bisa saja anda ragukan. Namun, inilah hasil riset ilmiah yang teruji. Bukan mau membalikkan kesan “jahatnya kopi” pada kesehatan manusia. Juga tidak bermaksud agar café-café kopi buat kaum milenial yang kini merebak di kota mana saja supaya jualannya bertambah laris.

Kisah ini, saya mulai dari hasil para peneliti di Universitas Hong Kong. Setelah beberapa waktu lalu meneliti 564 orang dewasa China yang telah terdaftar dalam proses studi mengenai osteoporosis (pengeroposan tulang). Kemudian membandingkan kepadatan mineral tulang mereka. Mereka (para responden) itu dipilah antara yang menjadi peminum kopi secara teratur dengan mereka yang tidak. Secara umum, para peneliti itu menemukan, bahwa para peminum kopi secara signifikan memiliki kepadatan mineral tulang lebih jauh lebih tinggi. Tulangnya lebih kuat. Para peneliti itu mengidentifikasi 3 molekul tertentu yang mengaitkan antara mengkonsumsi kopi dan tulangnya yang kuat.

Meskipun penelitian ini relatif kecil dan hanya berdasarkan laporan orang-orang tentang konsumsi mereka terhadap kopi, namun para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut menyatakan, bahwa cara itu sudah menjadi bukti yang cukup kuat untuk membantu mendapatkan hasil yang akurat. Masalah, dalam penelitian-penelitian sebelumnya tidak menjelaskan mengenai efek kopi terhadap tulang manusia. “Bagi semua orang yang minum banyak kopi dan kawatir tentang efek kesehatan kopi, ini adalah berita baik.” Demikian tulis Dr. Chad Deal dari Cleveland Clinic yang tidak tergabung dalam tim peneliti tersebut. Sambungnya”: “Ini menunjukkan, bahwa secara umum kopi mungkin baik untuk kesehatan tulang.” Meskipun banyak penelitian dilakukan terhadap kopi, namun yang paling kuat adalah yang dari studi tim ahli National Institutes of Health (AS) tahun 2012 terhadap responden lebih dari 400.000 orang di Amerika Serikat. Hasil mereka: peminum kopi secara rutin cenderung memiliki resiko lebih rendah meninggal diakibatkan apapun, termasuk akibat penyakit jantung dan penyakit diabetes! Hasil studi lainnya adalah sama pada tahun 2017 yang dilakukan terhadap 500 ribu orang di Eropa. Penelitian tersebut menjadi sangat kuat diarahkan tentang efek kopi terhadap jantung. Katanya, orang yang minum kopi 3-4 cangkir sehari, mungkin memiliki resiko 19 persen lebih kecil meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Sedangkan penelitian tahun 2018 terhadap manusia dan tikus di laboratorium dapat ditemukan, bahwa dengan 4 suntikan espresso (kopi) sehari, optimal untuk kesehatan jantung. Hasilnya: “Minum 4-5 cangkir espresso tampaknya efektif meningkatkan fungsi pembangkit tenaga sel kita.” kesan penulis studi soal itu, Joachim Altschmied.
Namun, ketika masalah itu saya sampaikan ke orang yang belum percaya urusan kopi dengan kekuatan tulang itu, mengatakan bahwa hal demikian bisa benar tetapi kopi itu diminum tanpa gula. Para orang tua-tua kita dalam minum-meminum kopi bukan rahasia lagi. Dulu ada kesan, kopi yang diminum itu tanpa gula (putih) untuk dijadikan seperti jamu. Tetapi di pihak lain, orang tua-tua kita selalu menginingkan minum kopi itu harus yang ‘gitel’ (legi-kentel/manis & kental). Para dalang wayang kulit dalam memainkan wayangnya semalam suntuk, tidak akan lepas dari beberapa cangkir kopi yang gitel. Alasannya, gar tidak mengantuk, karena kopi dipercaya membuat mata kita tahan melek. Tetapi mungkin mereka sudah maklum terhadap fungsi kopi bagi kesehatan tulang, sampaipun selalu menggambarkan fisik sang pahlawan dari pihak Pandawa, yakni Raden Gatotkaca, dinyatakan punya “otot kawat balung wesi” (otot kawat tulang besi) yang juga dipercaya kesukaannya minum kopi. Malahan ada dalang yang seloroh menyatakan ‘anunya ceret’ (cerek untuk memasak air, terbuat dari logam tembaga atau besi).

Jadi, biarpun kopi dari mana saja diproduksi di Nusantara ini, kalaulah anda minum dalam jumlah berlebihan juga bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan. Juga jangan percaya, kalau minum “kopi luwak”, meskipun rasanya enak, tetapi tulang anda jadi sekuat luwak (musang) ataupun menjadi garang seperti musang yang sedang menghadapi ayam sebagai makanannya! Boleh suka dan sering minum kopi. Tetapi kalaulah ketagihan kopi secara berlebihan, bisa menjadi seperti luwak dalam kandang. Berputar-putar dan jadi pusing ditempat itu saja. (amak syariffudin)