Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bisnis kosmetik sangat menjanjikan. Apalagi pemasaran lewat online maupun offline. Bahkan, kedua model pemasaran itu sebenarnya saling mengisi dan tak ada kanibalisasi.
Penegasan itu dikemukakan Co Founder Chife Marketing Officier/CMO Sociolla, Chrisanti Indiana di Surabaya Sabtu (15/2) siang.

“Jadi, persaingan pemasaran lewat online dan offline sebetulnya saling mengisi dan tak ada kanibalisasi,” kata Santi, panggilan akrab Chrisanti, kepada bisnissurabaya.com.
Menurut dia, sejak 2015 dirinya menekuni bisnis kosmetik 7.000 item dari 250 merk melalui pemasaran online. Dengan mengusung konsep Omni Chanel, kata dia, konsumen yang biasanya belanja kosmetik melalui online juga ingin mencoba langsung produk kosmetik itu. Selama ini, ribuan pelanggan lebih banyak berbelanja skincare/perawatan muka.

Adapun pelanggan kosmetik, menurut dia, paling dominan pada usia 18-28 tahun. Sedangkan diatas usia hingga 35 tahun biasanya sudah terbiasa menggunakan kosmetik.
Sejak Mei 2019, kata dia, pemasaran secara offline mulai digalakkan. Itupun karena permintaan pelanggan.
“Penjualan secara offline ini prinsipnya ingin mewujudkan teknologi dalam toko,” ujarnya. (bw)