Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)- Instansi ini mencanangkan zona integritas untuk membangun mental pegawai  dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Serta menolak penerimaan suap atau gratifikasi sebagai persiapan menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Tekad itu dicanangkan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. “Semua pegawai Kejari sudah menandatangani pakta integritas ini,” kata Setiawan Budi Cahyono Kepala Kejari Sidoarjo, saat ditemui awak media di halaman kantornya, Kamis (13/2).

Ia juga menambahkan, dalam upaya menuju WBK dan WBBM, Kejari Sidoarjo sudah menyiapkan beberapa fasilitas pengawasan. Hal ini guna mencegah tindakan KKN dan gratifikasi yang dapat menurunkan citra dari Korps Adhyaksa ini.

“Berbagai fasilitas telah kita siapkan untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan fasilitas  mengawasi pegawai untuk antisipasi tindakan KKN. Saya berharap semua personal dapat menjalankan komitmen ini,” jelas Setiawan Budi.

Dalam pencanangan tersebut, dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Muhammad Iswan Nusi, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Anggi Naulifar Siregar, Ketua PN Sidoarjo Dr. Yapi, dan Kalapas Klas IIA Teguh Pamuji.

Adapun isi dari Pakta Integritas tersebut antara lain pertama turut berpartisipasi aktif dalam satuan kerja Kejaksaan Negeri Sidoarjo, menjadi satuan kerja WBK/WBBM. Kedua, tidak akan melakukan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dan ketiga tidak akan melakukan komunikasi yang mengarah pada KKN serta tidak akan memberikan dan/atau menerima sesuatu yang berkaitan dan dapat dikategorikan sebagai suap dan/atau gratifikasi.

Pada pakta integritas poin akhir disebutkan “Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam Pakta Integritas ini, saya bersedia dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku”. (rin)