Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Pelajar adalah generasi dan masa depan bangsa. Sehingga, perlu stimulus agar mindset pola pikir pelajar ke depan berwatak intelektual.

Perlunya peran orang tua dan guru pada siswa agar tidak salah. Sebab, seusia pelajar rentan terpengaruh dengan perkembangan era disrupsi teknologi dan informasi seperti saat ini.

Dengan munculnya konten-konten yang berpengaruh terhadap perilaku pelajar akibat, dengan penyebaran konten tersebut. Apalagi, ditemukan berupa konten negatif di gawai milik pelajar.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengungkapkan, berkaca dari pengalaman beberapa waktu lalu, melalui HP yang disita dari para pelajar tersebut, pihaknya dapat mengetahui adanya indikasi tawuran yang akan dilakukan mereka. Sehingga bisa dicegah dan diantisipasi.

“Ibu Wali Kota juga memerintahkan kepada kami bersama beberapa OPD untuk melakukan razia sweeping HP, khususnya siswa SMP,” kata Irvan.

Disamping melakukan pemeriksaan HP milik pelajar sekolah, pihaknya juga rutin menggelar patroli dibeberapa titik yang dinilai rawan aksi kejahatan. Patroli ini melibatkan jajaran kepolisian dan TNI.

“Kami sangat terbantu bersama dengan beliaunya. Kita melakukan patroli setiap malam,” pungkas Irvan.
Tak hanya itu, Irvan menyebut, jajaran di tingkat kelurahan dan kecamatan, juga getol melakukan patroli rutin bersama. Mereka menggelar patroli bersama jajaran polsek dan koramil setempat.

“Sasaran kita warung-warung yang terindikasi menjual miras, kemudian warkop (warung kopi) yang kita sinyalir menjadi tempat nongkrong para ananda (pelajar) kita ini,” pungkasnya. (ton)