Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 wajib melalui tiga tahapan tes.

Ketiganya yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Kepala Bidang Pengembangan dan dan Penilaian Kinerja, BKD Kota Surabaya, Hendri Rahmanto, menjelaskan, sebelum mengikuti ujian SKD, peserta akan melewati beberapa tahapan.

Mulai penitipan barang bawaan, screening menggunakan metal detector, hingga registrasi pengecekan data kependudukan dengan data peserta.

“Kalau memang dari tahapan itu sudah selesai, maka yang bersangkutan harus melalui ruang transit untuk diberikan pengarahan bagaimana mekanisme proses ujian di dalam gedung,” jelas Hendri.

Ketika semua itu sudah dilalui, peserta diperkenankan untuk bergeser ke ruang ujian dan melaksanakan seleksi kompetensi dasar melalui sistem Computer Asissted Test (CAT) yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Jadi, pada saat ujian, peserta hanya diperbolehkan membawa KTP dan kartu peserta ujian,” katanya.
Menurut dia, metode cat ini dinilai lebih transparan dari sebelumnya. Sebab, peserta melaksanakan ujian menggunakan sistem di komputer. Disamping itu, peserta juga mendapatkan soal ujian yang berbeda dengan peserta lain.

“Disitu ada sistem acak. Jadi antara peserta satu dan yang lain berbeda soalnya,” imbuh Hendri. Dari sisi lain, Hendri menyebut, metode ini akuntabilitasnya juga lebih terjamin dan bisa dipertanggung jawabkan. Terlebih, para peserta juga dapat langsung melihat skor atau hasil nilai ujian.

“Begitu selesai yang bersangkutan melakukan proses penyimpanan jawaban itu langsung diketahui dia mendapat skor (nilai) berapa, masing-masing tipe soal,” tandasnya.

“Hasil itu pun juga bisa dipantau melalui papan pengumuman. Jadi, hasilnya setelah kita cetak, nanti kita tempel setiap orang bisa melihat hasil masing-masing,” pungkasnya. (ton)