Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Melonjaknya harga bawang putih di pasaran yang mencapai Rp 45.000 – Rp 50.000 per kilogram tidak realistis. “Harga bawang putih yang semula Rp 28.000 per kilogram, naik menjadi Rp 45.000 sampai Rp 50.000 per kilogram, pasca dihentikannya impor bawang putih dari China. Kami sudah sampaikan ke Bank Indonesia untuk diluruskan segera, karena sudah tidak realistis,” kata Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, usai Talkshow Breakthrough Ideas, di Kamis (6/2).

Menurut dia, Pemprov, saat ini mengambil langkah untuk mengatasi harga melonjak bawang putih. Salah satunya segera merilis stok-stok penyimpanan. “Memang impor untuk industri, banyak di Januari. Ada juga untuk konsumsi, satu kali pengiriman di Januari,” tuturnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, terus memantau harga komoditas bawang putih di 116 pasar tradisional di Jatim. Hasil pantauan Sejak Selasa (4/2), harga bawang putih naik signifikan dari Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 46 ribu per kilogram.

“Untuk menutup kebutuhan bawang putih sebanyak 62.000 ton per tahun, Jatim selalu impor bawang putih dari China, sekarang tidak bisa pasca adanya virus corona, Sentra produksi bawang putih di Jatim tersebar di sejumlah daerah seperti Banyuwangi, Bondowoso, Malang, Batu, dan Probolinggo,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Drajat Irawan.

Saat ini, Pemprov masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat yang sedang menggelar rapat terbatas. Disperindag Pemprov juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Jatim untuk menghitung potensi produksi bawang putih lokal Jatim. (bw)