Surabaya,(bisnissurabaya.com) –    Pemberdayaan ekonomi rakyat terus dilakukan. Keseriusan Kota Surabaya dalam mensejahterakan warga di eks lokalisasi rupanya bukan isapan jempol belaka.

Bahkan, Pemkot Surabaya terus memberikan pendampingan dan mendorong warga, khususnya ibu rumah tangga agar menjadi pengusaha dan pahlawan bagi keluarga mereka masing-masing.

Camat Benowo, Muslick Hariyadi, mengatakan, program pemberdayaan ekonomi warga di wilayah eks lokalisasi sebenarnya sudah lama dilakukan. Namun, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, ingin agar pemberdayaan ekonomi terus diperdalam.

“Ibu wali kota memang minta supaya program pemberdayaan ekonomi warga di eks lokalisasi diperdalam lagi,” kata Muslick, disela acara pelatihan pemberdayaan ekonomi yang berlangsung di Surabaya, Senin (3/2).

Beberapa warga yang mengikuti pelatihan, sebelumnya juga pernah mengikuti kegiatan serupa. Seperti membatik dan membuat sambal. Namun, untuk pelatihan kali ini, warga lebih fokus diajari membuat produk aneka kue tradisional. Banyak sekali tahapan pelatihan yang diberikan. Mulai dari pelatihan pembuatan produk, cara pengemasan (packaging), hingga pemasaran dengan memanfaatkan arus digital.

Muslick, mengungkapkan, saat ini terdapat 42 Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM di Kecamatan Benowo. Kedepan, tidak menampik kemungkinan jumlah UMKM itu bisa terus bertambah. Pihaknya akan terus mendorong warganya agar bisa mandiri dan sejahtera.

“Nanti akan kita kumpulkan lagi, ada lagi pelatihan minggu depan, kita kumpulkan kita inventarisir, mana yang ingin fokus kue basah atau kue kering,” terangnya.

Sementara, Lurah Kandangan, Kecamatan Benowo, Achmad Waqot, menambahkan, setidaknya ada 16 warga di RW 9, Kelurahan Kandangan Surabaya yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perdagangan (Disdag).

“Ada 16 warga yang mengikuti pelatihan. Namun, beberapa dari mereka juga telah memiliki produk,” imbuh Waqot.

Waqot, mengakui, jika tidak mudah memang mengajak warga di eks lokalisasi agar mau menjadi seorang pengusaha. Namun, karena terus didorong, akhirnya mereka mulai serius untuk menjadi seorang pengusaha. Alhasil, beberapa warganya kini telah memiliki berbagai produk yang bernilai ekonomis. Seperti, aneka minuman tradisional hingga produk craft. “Ada minuman tradisional seperti sinom, temulawak dan sebagainya. Mereka ini menjual produknya by order pesanan,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya memastikan, ke depan akan terus mendorong warganya agar bisa mandiri. Sehingga mereka bisa membantu keuangan keluarga dan tidak ada lagi warga eks lokalisasi yang kekurangan ekonomi.

“Yang pasti dari pemkot tidak akan melepas. Mereka memang perlu didampingi dan terus didorong. Alhamdulillah, dari OPD di Pemkot juga terus mensupport,” pungkasnya. (ton)