Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Status Desa Tertinggal kini sudah tak lagi ada di Kabupaten Mojokerto. Hal ini menjadi salah satu motivasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk terus mendorong seluruh desa di kabupaten itu memiliki program untuk maju.

Kabupaten Mojokerto memiliki 18 kecamatan. Diharapkan masing-masing desa agar lebih tepat dalam menyusun program-program prioritas pembangunan.

Hal ini dibahas pada pertemuan Asosiasi Kepala Desa (AKD) di Kecamatan Puri dan Kecamatan Mojoanyar, Jumat (31/1).

Sama seperti beberapa pertemuan AKD sebelumnya, hal-hal strategis yang dibahas banyak terkait tentang BK Desa, tata kelola pemerintahan yang efektif, hingga progress pembangunan jangka panjang.

“Kita sudah nggak punya status Desa Tertinggal. Artinya apa? Perencanaan dan realisasi pembangunan berjalan dengan baik, apalagi jika sudah berjalan 60 persen. Kebutuhan di desa apa saja, harus sudah dirangkum. Kita cari cara realisasinya untuk perencanaan 2021,” kata Pungkasiadi Bupati Mojokerto. Apalagi sudah disupport dengan program BK Desa yang sudah dianggarkan kurang lebih total Rp 60 miliar. Sekarang ini desa-desa juga dituntut jangan kering inovasi.

Camat Puri, Nalurita Priswiandini pada pertemuan ini juga menekankan agar para kepala desa di Kecamatan Puri bisa memaksimalkan potensi desa masing-masing. “Alhamdulillah, untuk Kecamatan Puri mendapat BK Desa Rp 1,5 miliar yang diberikan ke sembilan desa. Dari situ nanti, potensi yang ada bisa digali dan dimaksimalkan,” kata Nalurita yang disambung beberapa usulan pembangunan oleh para Kades. Diantaranya perbaikan pilar jembatan arah Mlaten ke Puri, juga pelebaran jalan poros Desa Tambakagung.

Selanjutnya pada dialog pertemuan AKD di Desa Kepuhanyar Kecamatan Mojoanyar, usulan yang disampaikan yakni tentang pengajuan kenaikan gaji para perangkat desa sesuai UMR, pembangunan infrastruktur jalan poros dan pendukungnya. Juga fasilitasi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Seperti rencana pembangunan pujasera, pasar dan potensi wisata Waduk Kalimati.

Semua usulan tersebut juga dibahas Abah Ipung bersama seluruh Kepala OPD terkait yang mendampingi.
“Pembangunan terdepan di Kabupaten Mojokerto memang kita sasar mulai dari desa. Kita akan dorong terus, tinggal lihat kemampuan daerahnya seperti apa. Tidak mungkin saya lepas. Jadi saya minta nanti di APBDesa terpenuhi semua indikator perencanaan pembangunan,” kata Abah Pung panggilan akrab bupati didampingi Camat Mojoanyar Amsar Azhari Siregar.

Untuk pertemuan AKD Kecamatan Kemlagi hari Rabu malam (29/1) dan AKD Kecamatan Bangsal pada Kamis (30/1) siang, Bupati Pungkasiadi berpesan kepada seluruh kepala desa untuk selalu menjaga keamanan lingkungan dan menjaga pertumbuhan ekonomi naik 5,8 persen.

“Di beberapa pertemuan AKD sebelumnya, sering saya sampaikan kalau bengkok atau tanah kas desa (TKD) bisa dimanfaatkan untuk hal-hal produktif. Misalnya dibuat destinasi wisata, rest area, juga pujasera,” tandas Bupati Pungkasiadi. Manfaatnya nanti akan kembali ke desa juga. Itu bisa mendongkrak pembangunan ekonomi. (sam)