Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Gula sulit ditemukan di Jawa Timur/Jatim. Karena itu,
Komisi Pengawas Persaingan Usaha/KPPU secepatnya akan melakukan monitoring distribusi komoditas gula. Langkah ini dilakukan menyusul kasus kelangkaan gula di Jatim yang mengakibatkan melambungnya harga gula di pasaran yang mencapai Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram.

Komisioner KPPU RI, Guntur Saragih, menjelaskan sejauh ini KPPU sedang melakukan proses formulasi monitoring komoditas gula dan pengumpulan data. Sebab menurut dia, KPPU tidak akan bertindak tanpa ada indikasi kuat terjadinya praktek tidak sehat dalam perdagangan gula. Hal itu, dikarenakan mahalnya harga tidak berarti otomatis menjadi kesimpulan ada kecurangan atau pelanggaran UU Nomor 5. Bisa jadi hal ini lantaran mekanisme pasar atau lainnya.

Sementara itu, Kepala KPPU Kanwil IV/ Dendy Sutrisno, menjelaskan, kelangkaan dan melambungnya harga gula selama ini menjadi problem yang selalu muncul sepanjang tahun. Bahkan, pada 2020 ini, harga gula mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Padahal produksi gula di Jatim sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim. (agung/stv)