Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kasus penyebaran berita hoaks perusakan bendara merah putih di Asrama Mahasiswa Papua memasuki tahap penuntutan. Terdakwa Tri Susanti, alias Mak Susi, dituntut 1 tahun penjara oleh Kejaksaan Tinggi/Kejati Jatim. Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Nizar, menyebutkan, terdakwa Mak Susi terbukti melanggar pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Memohon pada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman satu tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan,” kata Muhammad Nizar, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri/PN Surabaya, Rabu (29/1). Atas tuntutan tersebut, terdakwa Mak Susi, melalui tim penasehat hukumnya akan mengajukan pembelaan yang akan dibacakan Kamis (30/1).

Seperti diketahui, Mak Susi, harus duduk di kursi pesakitan di PN Surabaya lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui sarana elektronik. Yakni, whatsapp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8/2019) lalu.

Mak Susi didakwa melanggar pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 160 KUHP, pasal 14 ayat (1) ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. (ton)