Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Proyek mini bosem dibutuhkan. Karena itu, Pemerintab Kota/Pemkot Surabaya membangun mini bosem di depan TVRI jalan Mayjend Sungkono. Proyek ini dibuat di ruang terbuka hijau agar dapat menampung limpahan air hujan dari kawasan Dukuh Kupang.

Pembangunan mini bosem berukuran 50 x 15 meter sudah dimulai sekitar seminggu lalu. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengatakan, lahan milik Pemkot Surabaya yang berada di depan TVRI digunakan sebagai tampungan air.

“Tampungan sebentar, untuk mengurangi beban (aliran air) yang ke bawah,” kata Erna.
Ia mengakui, beberapa waktu lalu, saat terjadi hujan lebat hingga mengakibatkan genangan di sekitar Jalan Mayjend Sungkono, karena disebabkan adanya bottle neck di depan Darmo Park. “Bottle neck terjadi karena ukuran box culvertnya 2×2 meter, namun di depan Darmo Park 60×60 cm,” ujarnya. Sebelumnya, pihaknya juga mengaku sudah dilakukan lelang beberapa kali. Namun, mereka terkendala dengan adanya gardu PLN, dan kabel Fiber Optic (FO) yang begitu banyak.

“Akhirnya kemarin kita bongkar, kabel FO kita tarik terus dimasukkan ke box culvert. Mudah-mudahan airnya lancar,” paparnya.

Erna menjelaskan, jika tampungan air di mini bosem sudah penuh, limpahan air akan turun ke bawah melewati crossing saluran di depan kantor Yamaha. Kemudian, air mengarah ke brandgang Java Paragon dan selanjutnya ke Darmo Park.

Mini bosem yang tengah dibangun berukuran 50 x 15 meter, karena letak lahannya miring. Dengan kedalaman di sisi utara 3 meter, sedangkan selatan 2 meter. Untuk mempercepat proses pengerjaan, pihaknya juga menerjunkan beberapa alat berat, beserta puluhan petugas DKRTH dan DPUBMP. “Seminggu lagi kita targetkan selesai,” kata Erna.

Ia menambahkan, di sekitar mini bosem juga akan dilengkapi dengan taman. Bahkan, Wali Kota Risma, telah meminta petugas DKRTH agar membuat taman dengan menanami rerumputan dan tanaman perdu, sehingga terlihat rindang. “Karena menggunakan alat sendiri dan semuanya kita kerjakan sendiri, jadi gak pakai anggaran,” pungkasnya. (ton)