Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Berbagai peluang bidang ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia bisa dikerjasamakan dengan negara Paman Sam. Hal ini penting dilakukan, dalam rangka memperluas pangsa pasar dan semakin memperkenalkan produk Jawa Timur/Jatim di Amerika Serikat (AS).

Tawaran tersebut disampaikan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim, saat menerima kunjungan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC Amerika Serikat, Iwan Freddy Hari Susanto, di Grahadi, Surabaya, Selasa (14/1).
“Beliau sebelumnya telah mengikuti rakor dubes seluruh dunia. Dan sebagai arek asli Jatim beliau menyampaikan bahwa ada ruang cukup luas untuk produk-produk dari Jatim agar bisa semakin dikenalkan di pasar Amerika,” terang Khofifah.

Ia menjelaskan, beberapa produk yang berpotensi untuk dikerjasamakan yaitu footwear atau alas kaki, tekstil dan produk tekstil (TPT), furniture dan perhiasan. Khusus untuk furniture dan perhiasan memang harus diperluas pangsa pasarnya karena Jatim termasuk salah satu penghasil terbesar di Indonesia. Sedangkan, untuk produk minapolitan adalah udang.

“Potensi-potensi yang memungkinkan bisa diluaskan pasarnya di Amerika akan menjadi pintu baru bagi perluasan produktifitas produk-produk asal Jatim. Karenanya, saya berharap akan bisa memaksimalkan koordinasi agar secara faktual perluasan market di bisa dilakukan,” tukas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Selain itu, Khofifah, juga menawarkan kerjasama bidang pendidikan dengan pemerintah AS. Salah satunya, dalam bentuk beasiswa yang bisa menaikkan keterampilan atau skill. Ataupun berupa vocational training dan pertukaran pelajar (student exchange). Hal ini penting, untuk bisa meningkatkan SDM Jatim sekaligus Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kami harap ada penguatan kerjasama dibidang pendidikan, baik berupa beasiswa, vocational training, maupun pertukaran pelajar. Beasiswa apa saja yang bisa menaikkan keterampilan. Baik degree maupun non degree serta berbagai short course. Karena, selain untuk meningkatkan kompetensi, perluasan jejaring, juga bisa memberi dampak multiplier effect banyak hal,” tutup mantan Menteri Sosial ini.

Sementara itu, Iwan Freddy Hari Susanto, mengatakan, Jatim merupakan provinsi yang memiliki potensi yang sangat luar biasa di Amerika Serikat. Khususnya, dalam rangka mendongkrak nilai ekspor produk unggulan.
Senada dengan Gubernur Khofifah, Iwan, menjelaskan, beberapa produk unggulan yang telah diidentifikasi memiliki potensi tinggi diantaranya tekstil dan produk tekstil (TPT), furniture, elektronik serta perhiasan.
“Produk-produk inilah yang ingin kita coba tingkatkan untuk bisa menembus pasar yang ada di Amerika Serikat,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan mengkoordinasikan terkait kerjasama di bidang pendidikan sebagai bentuk upaya peningkatkan kualitas SDM di Jatim. Ini penting, mengingat SDM merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat dan juga menjadi konsen utama Gubernur Khofifah.
“Kegiatan ini merupakan awal, untuk selanjutnya kami akan menggali lebih detail terkait berbagai program kerjasama yang mungkin kami lakukan,” tukas Iwan. (sam)