(bisnissurabaya.com) – Percepatan pembangunan dalam Perpres 80/2019 bukan hanya sebuah proyek. Tetapi, rencana pembangunan tersebut lebih kepada Economic Development atau Pertumbuhan Ekonomi. Karena itu, dengan adanya dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN, ke-218 proyek tersebut dapat direalisasikan dan memberikan efek pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar proyek.

“Kami siap dan justru berharap mega proyek dan penajaman l bisa masuk. Sehingga ini bukan hanya list of project, tetapi narasi ekonominya pun bisa masuk,” kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Selasa (14/1). Sebagai salah satu upaya penciptaan Economic Development, Emil Dardak, sapaan akrab Wagub Jatim itu menyampaikan kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung proyek nasional yang akan segera masuk ke Jatim.

Yakni, soal kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Terlebih dengan banyaknya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim. Kedatangan tren proyek berbasis petrochemical bisa menjadi potensi tersendiri. Mantan Bupati Trenggalek ini menyampaikan, kondisi perekonomian Jatim yang merupakan kedua terbesar di Indonesia, percepatan pembangunannya akan membawa efek yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Maka dari itu, keberseiringan program antara Pemprov Jatim dan Kementerian BUMN dirasa bisa membantu suksesnya program pemerintah. “Apapun kegiatan BUMN di Jatim, pihaknya siap menjadi stakeholder mitra. Bahkan champion untuk mendukung suksesnya program BUMN,” tambahnya.

Menanggapi langkah inisiasi Pemprov Jatim, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan dukungannya. Dirinya berharap, langkah tersebut bisa diselenggarakan dengan pertemuan lanjutan bersama jajaran BUMN. “Intinya kan, kalau ini di masing-masing BUMN sudah pernah dibicarakan, baru kita akan mengecek bagaimana posisi masing-masing BUMN nya,” ujar Erick Tohir.

Dirinya menyebut perlunya pemanggilan seluruh BUMN terkait guna memastikan kesiapan proyek-proyek tersebut. Kesiapan yang dimaksud mulai dari pendanaan hingga kerangka atau konsep detail yang akan dijalankan. Pertemuan lanjutan tersebut juga menjadi antisipasi pencegahan terhadap proyek-proyek yang tidak memiliki implementasi nyata di lapangan.

“Jangan hanya membuat proyek yang nantinya tidak bisa memiliki kelanjutan,” jelas Erick. Sementara itu, Pemprov Jatim rencananya akan melakukan Roadshow ke beberapa Kementerian dalam minggu ini. Agenda tersebut guna mempercepat realisasi Perpres 80/2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi kawasan Gerbangkertasusila, BTS, Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. (bw)