Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Masyarakat harus berhati-hati terhadap penyakit baru. Sebab, tiap tahun sedikitnya ada lima penyakit baru pada manusia. Dari jumlah itu, tiga diantaranya bersumber dari binatang.

Penegasan itu dikemukakan dr Chandra Wijaya, dari Siloam Hospitals di Surabaya Rabu (15/1) siang.
Menurut dia, permasalahan kesehatan dewasa ini makin nyata dan mengancam, sehingga masyarakat harus selalu bersiap dan waspada. Secara global, kata dia, World Health Organization (WHO) mengkategorikan permasalahan kesehatan hingga mencapai 68.000 jenis penyakit. Indonesia pun tak Iepas dari bahaya kesehatan tersebut dan harus terus siaga terhadap kemunculan penyakit-penyakit baru.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, beberapa prevalensi Penyakit Tidak Menular, Jawa Timur/Jatim berada di atas rata-rata nasional. Seperti penyakit stroke 12,4 persen (rata-rata nasional 10,9 persen) dan kanker 2,17 persen (rata-rata nasional 1,79 persen). Tak hanya itu, penyakit diabetes melitus di Jatim juga masih tinggi yaitu 2 persen (rata-rata nasional 1,5 persen) dan Surabaya merupakan kota dengan prevelansi yang cukup tinggi di Jatim, untuk kasus ini melebihi 3 persen.

Penyakit kritis dapat menyerang siapa saja, kapan saja sehingga sebaiknya masyarakat tidak terpaku menghindari hanya suatu penyakit tertentu. Berbagai permasalahan kesehatan dapat terus bertambah akibat banyak faktor. Seperti lifestyle, globalisasi hingga perubahan iklim. Masyarakat perlu mengantisipasi ancaman penyakit kritis ini dengan mengubah gaya hidup mereka dan Iebih menyadari ‘mahalnya’ kesehatan. “Penyakit kritis dapat berimplikasi pada aspek psikologis, sosial hingga finansial yang dapat menggoyahkan stabilitas ekonomi dan masa depan keluarga,” kata dr Chandra.

Melihat berbagai fakta yang ada, Head of Product Development Prudential Indonesia, Himawan Purnama, menjelaskan, asuransi kondisi kritis saat ini terbatas pada diagnosis jenis penyakit. PRUTo’p dan PRUTop Syariah menawarkan konsep baru perlindungan kondisi kritis yang berfokus pada perawatan, tindakan, atau ketidakmampuan permanen yang terjadi akibat kondisi kritis. Hal tersebut yang menjadikan PRUTop dan PRUTop Syariah unggul di kelasnya karena kedua produk ini mampu melindungi kesehatan dan finansial masyarakat Indonesia secara menyeluruh dan memastikan mereka hidup lebih tenang.

Sebagai asuransi tambahan pelengkap, masyarakat yang berusia 6 tahun sampai 65 tahun dapat menikmati perlindungan ganda jangka panjang secara total ini hanya dengan menambahkan atau membeli paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan asuransi tambahan PRUCrisis Cover Benefit Plus 61 (Syariah) yang memberikan perlindungan kondisi kritis tahap akhir atau paket PRUTop dan PRUTop Syariah dengan asuransi tambahan PRUEarIy Stage Crisis CoverPlus (Syariah) yang memberikan perlindungan kondis kritis sejak tahap awal. “Apapun penyakitnya solusinya PruTop. Dan uang pertanggungan Rp 5 miliar dengan kondisi tahap awal Rp 2,5 miliar,” ujarnya.
Sementara itu,
Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch, menambahkan, kehadiran panjang selama hampir 25 tahun, Prudential Indonesia senantiasa meningkatkan komitmennya untuk menjadikan masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan lebih lama melalui beragam solusi perlindungan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang. Dia menyadari kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan yang makin dinamis. Karena itu, dengan optimisme kampanye ‘We DO’ Prudential, kami terus berinovasi dengan meluncurkan PRUTop dan PRUTop Syariah, rangkaian solusi asuransi yang melindungi masyarakat dari kondisi kritis secara total. (bw)