Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Mahasiswa Ilmu Komunikasi diharap mampu menjadi pioner bagi generasi muda. Utamanya agar paham dalam percaturan politik di Indonesia. Hal ini seiring dengan berkembangnya Ilmu Komunikasi yang dinamis yang menyesuaikan perubahan zaman.

Sehingga melalui para lulusan Ilmu Komunikasi dapat memberi kontribusi pemerintah melalui ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah.

“Kita berharap mahasiswa komunikasi  menjadi perintis dari generasi muda yang melek politik dan peduli politik dalam konteks yang positif,” kata Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur (Wagub) Jatim usai membuka Musyawarah Nasional X Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI)  di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Senin (13/1).

Wagub yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek ini menjelaskan, peran mahasiswa dibidang politik tidak sekedar mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak sesuai. Tetapi diharap juga bisa memberikan dukungan terhadap program-program atau kebijakan pemerintah yang baik dan memberi manfaat terhadap masyarakat luas.

“Pada saat resistansi yang sebenarnya ini tidak mencerminkan keinginan dari lebih banyak masyarakat, dan itu kemudian muncul tanpa ada pengimbangan dari kehendak masyarakat, maka program-program bagus ini bisa saja gagal dilaksanakan,” papar Emil Dardak.

Selain itu, dirinya menambahkan  ilmu komunikasi sangat penting, karena baik buruknya komunikasi dapat mempengaruhi sebuah pesan. Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar penggunaan komunikasi  harus dilakukan dengan bijak dan bertanggungjawab.

“Bagaimana kemudian komunikasi di era hari ini dipahami dan digunakan dengan penuh tanggungjawab, bagaimana kita menggunakan itu dengan bijak, dan itu menjadi penting,” himbaunya.

Sementara itu, lanjut Emil, di era digital saat ini pemerintah telah berperan sebagai regulator. Namun, hal tersebut tidak akan membatasi ruang kreativitas generasi muda. Justru pemerintah menanti ide-ide kreatif dari generasi muda yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

“Inilah yang memerlukan kreativitas dari teman-teman mahasiswa komunikasi, apalagi kan ini bidang ilmu yang katanya semakin muda justru mereka semakin fresh idenya,” ujarnya.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas New South Wales Australia ini mengharapkan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi mampu menjadikan bangsa ini sebagai pemenang di era industri 4.0 dan bersiap menyambut datangnya era commcreation 5.0.

“Kita berharap bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi akan bisa menjadikan kita sebagai pemenang di era industri 4.0, bukan sebagai user, follower, atau pengguna tetapi kita bisa menjadi creator content,” pungkasnya.(sam)