Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Terus berupaya agar tidak terjadi banjir yang bisa menghambat aktivitas perekonomian warga.

Seperti halnya, pembangunan rumah pompa petekan, memang fungsinya dibuat berbeda dengan yang lain. Rumah pompa petekan lebih difungsikan untuk menyeimbangkan elevansi permukaan air sungai. Sehingga, air sungai akan tetap stabil dan seimbang. Namun sebaliknya, ketika elevansi permukaan air sungai berlebih, maka juga bisa dipompa menuju ke laut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati,  menjelaskan, boezem Simo Hilir memiliki luasan sekitar 1 hektar persegi. Rencananya, boezem itu bakal diperlebar dan didalamkan agar mampu menampung lebih banyak air.

“Jadi, nanti luasannya menjadi sekitar 1,5 hektar persegi. Fungsinya selain menampung air, juga untuk kontrol atau pengereman aliran air,” jelas Erna.

Menurutnya, boezem itu menampung beberapa aliran air yang berada di kawasan darmo dan salah satunya di daerah Underpass Mayjend Sungkono. Aliran air sebelum menuju box culvert Banyu Urip, bakal ditampung dan dikontrol melalui boezem tersebut, sebelum dialirkan menuju box culvert Banyu Urip. “Jadi nanti aliran air akan masuk ke Boezem (Simo Hilir) dulu, sebelum menuju Box Culvert Banyu Urip,” ujar Erna.

Sementara itu, terkait rumah pompa petekan, Erna mengungkapkan, rencananya akhir bulan ini akan dilakukan lelang berikutnya untuk penambahan rumah pompa petekan dengan kapasitas 5 meter kubik. Sehingga nantinya, rumah pompa petekan menjadi 25 meter kubik. Disamping itu, pihaknya juga bakal menambah konstruksi dua pintu air di sisi sebelah timur.

“Saat ini satu pintu air sudah terbangun, nanti ditambah dua pintu air lagi, jadi totalnya ada tiga. Selain itu, sistemnya juga dibuat buka tutup, jadi perahu pelayaran bisa keluar masuk,” kata perempuan berkerudung ini.

Menariknya, kata dia, rumah pompa ini fungsinya seperti gravitasi. Ketika elevansi permukaan air sungai tinggi, maka air kemudian akan dipompa menuju ke laut dan sebaliknya. Terlebih, desainnya pun juga dibuat heritage dan berbeda dengan yang lain. Hal ini untuk menambah daya tarik wisata Sungai Kalimas.

“Rencananya akan dibantu CSR (Corporate Social Responsibility) dari Pelindo untuk finishingnya nanti,” pungkasnya. (ton)