Banyuwangi, (bisnissurabaya.com)- Petani perlu ditingkatkan kemampuannya. Karena itu, PT Sundava Agro Indonesia berinisiatif mengadakan kontes atau lomba buah naga bagi petani di Banyuwangi.

Menariknya, tak hanya dipilih buah naga yang berukuran bohai, warna dan bentuk sirip buah naga juga menjadi pertimbangan tim juri dalam penilaian lomba.

Lomba ini terbukti menarik antusias petani mengikuti lomba. Hal ini terlihat, dari jumlah peserta yang mencapai 947 peserta.

Lomba buah naga kali ini meliputi wilayah Banyuwangi zone satu. Yakni kawasan Kecamatan Pesanggaran, Gambiran, Bangorejo, Siliragung, Tegalsari dan Kalibaru.

Pengumuman pemenang, digelar Sabtu (11/1) di Lapangan Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran sebagai puncak acara.

Sebelumnya, penilaian dilakukan tim juri sejak 5 Januari sampai batas pengumpulan terakhir , 11 Januari.

Dimana seluruh peserta lomba, menyetorkan buah naga terbaik hasil panen mereka. Sehingga terkumpul sebanyak 947 peserta.

Dari seluruh peserta, diambil 10 terbaik yang kemudian diperoleh tiga pemenang, yakni Juara I, Juara II dan Juara III.

Pemenang Pertama lomba buah naga ini, diraih Luki, petani buah naga asal Desa Sumbermulyo. Sementara Juara II diraih Muntari dan Juara III diraih Supri. Sementara, 10 peserta terbaik  mendapat kesempatan mengikuti ajang lomba buah naga di zona dua.

Dalam acara ini hadir langsung Komisaris PT Sundava Agro Indonesia Ir H Priatna Iksan.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, kreativitas petani buah naga Banyuwangi patut diapresiasi.

Adanya lomba ini, menurut dia, sebagai ajang motivasi dan edukasi kepada petani buah naga Banyuwangi.

Usai kegiatan ini, pihaknya berharap petani Banyuwangi bisa mengaplikasikan produk yang tepat untuk memperbaiki kualitas buah, hasil lebih banyak dan mampu menghasilkan buah di luar musim.

Dari hasil lomba, juga bisa diketahui petani buah naga Banyuwangi bisa menghasilkan kualitas buah naga super, berukuran bohai dengan warna merah mulus.

Lomba buah naga ini terbuka untuk umum. Dengan produk yang digunakan peserta  sebagai persyaratan lomba, meliputi bigrow, nesogar (zat pengatur tumbuh) nutrigan (nutrisi tanaman), dan unsur mikro boron.

Dimana, keempat produk ini bisa diaplikasikan sesuai kreativitas petani buah naga.

Menurut dia, dengan hasil buah naga super dan bohai diharapkan para pengepul dan yang terkait dengan pemasaran bisa membentuk pasar. Salah satunya, supermarket. Sehingga menciptakan peluang buah naga dijual per biji bukan per kilogram. Dalam kesempatan tersebut Fitrianda Lestari Priatna, selaku Direktur PT Sundava Agro Indonesia mengatakan,  lomba buah naga dan pengundian peserta lomba buah naga ini merupakan lomba yang pertama di Jawa Timur/Jatim. (tini)