Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Sisa-sisa daun hasil perantingan pohon, selain dibuat pupuk kompos juga sebagai kerajinan tangan.

Kemudian, akan diolah menjadi meja, kursi dan peralatan mebel.

Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau, DKRTH Surabaya, Rochim Yuliadi, menjelaskan, daun atau kotoran hasil perantingan kemudian dikirim ke PDU yang tersebar di beberapa wilayah di Surabaya. Sampah organik seperti dedaunan, akan dimasukkan ke mesin pencacah melalui conveyor yang berada di PDU, setelah itu ditimbang dan diolah menjadi pupuk kompos.

“Hasil perantingan dikirim ke rumah kompos untuk diolah menjadi pupuk kompos,” kata Rochim, di Surabaya Sabtu (11/1).

Sedangkan, untuk batang-batang besar hasil perantingan, kata Rochim, selanjutnya dikirim ke Pengolahan Sampah dan Limbah (PSL) yang berada di Workshop Keputih. Di tempat itu, batang pohon akan diolah menjadi kerajinan tangan, seperti meja, kursi dan peralatan mebel.

“Hari ini dedaunan yang terkumpul sekitar 192 meter kubik. Sedangkan Kamis lalu (9/1), dedaunan yang berhasil terkumpul mencapai 288 meter kubik,” pungkasnya. (ton)