Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Berkendara di Surabaya harus tertib. Sebab, bila melanggar rambu-rambu lalu-lintas sembarangan, akan kena tilang meski tidak polisi. Loooo…. kok bisa?

Hal itu disebabkan, Ditlantas Polda Jawa Timur/Jatim, akan berlakukan penerapan Electronik Traffic Law Enforcement E-TLE. Namun, penerapan ini masih bersifat uji coba selama 7 hari kedepan dan penerapan secara resmi dimulai 14 Januari di dua wilayah di Jatim. Yakni, Surabaya dan Sidoarjo. Sementara itu, untuk camera CCTV yang terpasang akan menggunakan camera milik Pemkot Surabaya. Meski Surabaya mempunyai 700 lebih camera CCTV, namun camera yang akan digunakan baru 20 plus 5.
Dirlantas Polda Jawa Timur/Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan, mengatakan,
penerapan ETLE ini guna mengajak masyarakat atau pengguna jalan untuk lebih tertib berlalu lintas.

Nantinya, pelanggar lalu lintas akan dipantau dari RTMC Polda Jatim, jika ada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas sudah pasti akan terekam. Nantinya, data pelanggar akan dikirim oleh anggota RTMC ke pelanggar melalui kantor pos.
Sementara itu, untuk penerapan ETLE ini akan disiapkan dua puluh camera plus lima, 20 berada di persimpangan dan 5 di Over Spedd.

Sementara itu, pelanggaran yang dapat direkam camera CCTV RTMC Ditlantas Polda Jatim, yakni pelanggaran marka, menggunakan handphone saat berkendara, tidak menggunakan seatbelt. Pengguna jalanpun dihimbau agar lebih tertib berlalu lintas saat berkendara dijalan. (fery/stv)