Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Sosok yang satu ini ingin fokus di kancah politik. Dialah, Bahrul Amiq, yang menyatakan rela meninggalkan jabatannya di birokrasi dan siap maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai calon Bupati Sidoarjo.

Kesiapan ini disampaikan Bahrul Amiq, saat deklarasi koalisi PDIP-PPP, di Sidoarjo, Rabu (8/1). “Sudah pasti siap. mosok harus rangkap jabatan jadi bupati dan kepala dinas perhubungan,” kata
Amiq, mengaku kesiapannya sebagai Cabup PDIP. Langkah ini disebutnya tidak main-main.
Melalui pertimbangan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, diapun tak segan melepas status ASN-nya. Dan fokus untuk terjun ke dunia politik.

Sementara itu, pada deklarasi koalisi yang juga diisi dengan pemantapan untuk mengusung M Bahrul Amiq, sebagai calon bupati ini, hadir Ketua Bappilu PPP dan Ketua DPC PDIP Sidoarjo.

Ketua DPC PDIP Sidoarjo, Sumi Harsono, mengaku mantap berkoalisi dengan PPP, meskipun terus melakukan komunikasi dengan partai lain.

“Satu kursi PPP, sudah mengunci syarat untuk bisa mengusung Cabup dan Cawabup di Pilkada ini. Namun, kita tetap akan melakukan komunikasi dengan partai lain,” papar Sumi.

PDIP dan PPP Sidoarjo, juga sangat yakin untuk mengusung Bahrul Amiq, sebagai calon bupati.

Meskipun pada akhirnya nanti, rekomendasi untuk calon bupati dan wakil bupati, tetap menjadi kewenangan DPP PDIP.

“Nama-nama Cabup dan Cawabup sudah kita kirim ke DPP. Yang jelas, kita mantap mengusung Bahrul Amiq sebagai Cabup,” jelas Sumi.

Sebelum pelaksanaan deklarasi koalisi PDIP-PPP ini, sebenarnya PDIP juga sempat melakukan komunikasi dengan beberapa partai termasuk dengan PKB.

Bahkan dalam pembentukan AKD DPRD Sidoarjo lalu, dua partai ini sudah menyatakan satu paket. Namun, untuk Pilkada 2020, lanjut Sumi peta koalisi partai masih dinamis.

“Tetap ada peluang koalisi dengan siapapun,” ungkapnya. (rin)