Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Peningkatan pelayanan kepada masyarakat terus diupayakan lewat fasilitas kemudahan beribadah. Salah satunya dengan cara low cost atau beaya terjangkau untuk penerbangan Surabaya-Jeddah bagi masyarakat Jatim yang ingin beribadah umroh.

“Kita juga ingin buka peluang bagi masyarakat untuk bisa berangkat dengan beaya yang lebih terjangkau,” kata Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, usai meresmikan rute baru penerbangan Surabaya-Jeddah di Surabaya, Senin (6/1) lalu. Mantan Bupati Trenggalek ini meyakini dengan memberikan layanan kemudahan bagi masyarakat, akan berdampak positif dan menjadikan Jatim lebih berkah.

“Intinya, kemudahan dalam berangkat umroh dengan beaya yang lebih terjangkau ini akan menambah kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi Jatim,” sebutnya. Ia menambahkan, dengan adanya penerbangan langsung Surabaya-Jeddah yang menggunakan pesawat jenis airbus dapat menampung lebih banyak penumpang. Sehingga kondisi tersebut akan berdampak pada beaya penerbangan itu sendiri.

“Kami optimis, ini pesawat wide body. Artinya tidak lagi transit, langsung dan tentunya disitulah beaya bisa dibuat lebih kompetitif, daya tampungnya banyak,” imbuhnya. Emil Dardak, sapaan akrab Wagub Jatim ini optimis terhadap respon positif dari pelaku usaha travel, khususnya umroh di Jatim. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk di Jatim yang mencapai 40 juta jiwa didukung fasilitas low cost dipastikan akan berpengaruh pada peningkatan jumlah masyarakat Jatim yang ingin melakukan ibadah umroh.

“Kami yakin travel umroh yang ada di Jatim siap menyambut dengan paket-paket yang lebih terjangkau, lebih kompetitif lagi,” jelasnya. Wakil Gubernur Jatim yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Ritsumeikan Asia Pasifik Jepang ini juga percaya bahwa program tersebut akan sukses dan mampu memberikan kontribusi kepada Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Penyelengaraan Haji dan Umroh.

Hal tersebut disebabkan karena Jatim menempati urutan kedua di Indonesia untuk pelaksanaan umroh. Yakni, menyumbangkan 30 persen dari angka nasional yang mencapai angka 1,2 juta jiwa jamaah per tahun. Angka tersebut dipastikan dapat meningkat karena ibadah umroh tidak memiliki batasan kuota dan dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa ada spesifikasi waktu layaknya ibadah haji.
“Kita berharap ini akan sukses, Jatim menyumbang kedua terbesar di Indonesia menurut Pak Dirjen,” harapnya. Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Prof Dr Nizar, M.Ag mengharapkan, dengan adanya rute baru penerbangan langsung Surabaya-Jeddah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Jatim yang ingin melakukan ibadah umroh.

“Tentu ini menjadi potensi yang besar untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan salah satu solusi supaya masyarakat muslim Jatim bisa ziarah ke tanah suci,” harapnya. (bw)