Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) Setelah menjabat 20 tahun di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Pemkab Sidoarjo, akhirnya Bupati Saiful Ilah, terkena operasi tangkap tangan/OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (7/1) pukul 23.00 WIB. Hal itu ditandai dengan satu mobil Avanza warna putih masuk ke pendopo Selasa tengah malam. Terlihat ada empat orang dengan penutup wajah, masuk ke rumah dinas. Disinyalir, empat orang ini adalah petugas KPK yang melakukan operasi tangkap tangan/OTT terhadap Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. Sebelum menjabat dua periode Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, terlebih dahulu menjabat wakil bupati dua periode. Jabatan Bupati Sidoarjo mulai diemban 2010 lalu sampai saat ini.

Terkait OTT, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta membenarkan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam OTT ini KPK diduga menangkap beberapa pejabat termasuk Bupati Saiful Ilah.

“Benar, KPK telah mengamankan seorang kepala daerah dan beberapa pihak lainnya di Kabupaten Sidoarjo, terkait pengadaan barang dan jasa,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (7/1).
OTT kali ini merupakan yang pertama era kepemimpinan Firli Bahuri setelah dilantik pada Desember 2019. Mereka lalu di gelandang ke ruangan Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim.

Dari informasi yang didapat lingkungan krimsus Polda Jatim mereka yang ditangkap KPK selain Bupati Sidoarjo H Saiful llah, Kadin Perijinan Terpadu Ari Suryono, Ajudan Protokoler Kominfo Kabupaten Sidoarjo Budiman, dan satu ajudan Pribadi Novi turun diamankan.

Pemeriksaan para pihak di Mapolda Jatim dilakukan karena hasil koordinasi dan kerja sama dengan Polda Jatim. Sumber di Polda Jatim, mengungkapkan saat digelandang barang bukti/BB berupa uang yang disita tim KPK sekitar ratusan juta.

Seorang sumber juga menyebutkan uang yang diduga ditransaksikan sesaat sebelum Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan sejumlah pihak ditangkap sekitar ratusan juta. Saat diciduk, ada jumlah uang mencapai Rp 300 juta.

Uang ini diduga berasal dari pengusaha atau kontraktor yang mengerjakan proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. “Yaa, KPK telah menyita sekitar Rp 300 juta. Diduga uang berasal dari kontrak, pengusaha,” pungkas seorang sumber penyidik.(rino/ton)