Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Cuaca ekstrem dengan itensitas hujan deras disertai angin kencang melanda Surabaya.

Tak kecuali, hingga beberapa pohon di jalan protokol jantung kota Surabaya bertumbangan. Ironisnya, pada Senin (6/1) kemarin pohon yang tumbang itu menimpa suami istri saat mengendarai sepeda motor. Keduanya pun tewas akibat kejadian tersebut.

Wali Kota Risma mengatakan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kota Surabaya diprediksi akan dilanda cuaca ekstrem kurang lebih satu minggu ke depan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada semuanya agar tetap waspada dan saling bersinergi untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

“Kita akan menghadapi cuaca seperti ini kurang lebih seminggu. Tadi pagi subuh ramalan BMKG akan terjadi hujan dan angin lebat sekaligus air laut pasang,” ujar Risma.

Risma mengimbau masyarakat ketika berada di jalan raya ketika hujan disertai angin kencang supaya tidak berteduh di bawah pohon, terutama bagi kendaraan bermotor.

“Saya mohon kita semua bisa menegur jika ada yang berteduh di bawah pohon, papan reklame. Jadi saya minta Linmas untuk sterilkan dan mengumumkan kepada warga,” ujarnya.

Dirinya juga berpesan, jika terjadi pohon tumbang dan posisinya dekat dengan tiang listrik, masyarakat diminta untuk menjauh dan langsung menghubungi 112. “Kalau ada pohon tumbang dekat dengan tiang jangan disentuh. Silahkan menghubungi 112,” tandasnya.

Tindakan lainya, untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Surabaya, Risma mengaku sedang menyiapkan 7 posko yang tersebar di berbagai titik.

Di dalam posko tersebut, menurut Risma, nantinya akan ada dokter, perawat, petugas Linmas, PMK dan ambulans. Semua itu disiapkan agar menjadi rujukan pertama jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu akibat turunnya hujan disertai angin kencang.

“Kami juga siapkan genset, perahu karet, pelampung, tenda, lengkap. Nanti akan kami infokan lokasi-lokasinya,” ujar Risma.

Risma juga akan membuat surat edaran di sekolah agar saat jam sekolah anak-anak dilarang untuk bermain di halaman atau pun keluar kelas. Saat terjadi angin kencang dan hujan. Mereka wajib berada di kelas dan para guru tetap mendampingi mereka.

“Untuk sekolah supaya anak-anak tidak keluar dari halaman sebelum jam pulang sekolah. Tidak ada anak yang bermain di luar, mereka rentan untuk menyelamatkan diri ketika air tumpah,” tegasnya.(ton)