Surabaya,(bisnissurabaya.com) -Tersendatnya tunggakan piutang dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebesar Rp 62,4 miliar. Membuat cash flow keuangan rumah sakit milik Pemkot Surabaya itu terganggu.

Terutama untuk membeli obat dan jasa layanan dokter turut bermasalah, dengan tersendatnya piutang itu. Sehingga jasa layanan dokter ini belum terbayarkan 4-5 bulan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono menjelaskan bahwa potensi ini memang menjadi target di 2019. Namun, karena sampai akhir tahun belum terealisasikan, sehingga potensi pendapatan ini harus tertunda.

“Semoga segera terbayarkan dan tidak tertunda-tunda terus,” harapnya.

Selain itu, Yusron menjelaskan bahwa pendapatan Pemkot Surabaya pada tahun 2019 melebihi target. Tahun lalu, target pendapatan Pemkot Surabaya sebesar Rp 8.733.224.623.734, sedangkan realisasinya sebesar Rp 8.765.002.287.901

“Jadi, realisasinya sudah 100,36 persen. Ini belum termasuk potensi pendapatan dari BPJS tadi. Kalau itu ditambahkan, tentu jumlah realisasinya semakin besar,” pungkasnya. (ton)