Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Musim hujan terjadi setiap hari di Surabaya. Sehingga perlu antisipasi dini agar tidak terjadi banjir dengan mengefektifkan dan menambah pompa.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengaku sejak pagi hingga sore, Minggu (5/1) ini, ia mendampingi Wali Kota Risma, keliling ke rumah pompa dan berbagai saluran di Kota Surabaya. Bahkan, pihaknya menghitung sudah enam lokasi lebih yang dikunjungi bersama Wali Kota Risma.

“Pertama memang ke Bozem Morokrembangan dan rumah pompanya yang memiliki luas 80 hektar,” papar Erna.

Ia menjelaskan bahwa ujung selatan bozem ini dilengkapi pompa Greges karena bertemu dengan Sungai Greges. Sedangkan di tengah-tengahnya ada Pompa Gadukan. Sementara di sisi utaranya atau yang paling dekat dengan laut adalah Bozem Morokrembangan itu.

“Jadi, total ada tiga rumah pompa dengan total semuanya 28 unit pompa. Kapasitas pompanya mulai 1-5 meter kubik. Di rumah pompa ini Bu Wali meminta untuk menambah kapasitas pompanya,” jelas Erna ini.

Erna menuturkan, alasan utama penambahan kapasitas pompa itu supaya ketika menyedot air dari saluran dan bozem lebih cepat. Biasanya harus ditunggu sampai subuh dan Wali Kota Risma tidak menghendak cara itu.

“Ini nambah lagi 5 meter kubik per detik. Harapannya nanti 4 jam setelah hujan sudah habis menyedot air dari saluran dan bozem itu,” katanya.

Setiap rumah pompa yang disidak oleh Wali Kota Risma, dan rombongannya, dicek lagi kesiapannya untuk menghadapi musim hujan kali ini. Jika menemui masalah, Wali Kota Risma, langsung memerintahkan jajarannya untuk memperbaikinya.Termasuk ketika sidak di Darmo Permai Jalan Patimura, ia meminta untuk meninggikan dan melebarkan bangunan pengarah aliran.

Sebab, di kawasan itu sempat ada keluhan dari warga karena adanya genangan, sehingga dia langsung meminta untuk meninggikan dan melebarkan bangunan pengarah aliran itu.

“Kemarinnya ada keluhan genangan, nanti kita buat bangunan pengarah aliran ditinggikan dan dilebarkan,” pungkasnya. (ton)