Lamongan,(bisnissurabaya.com)-  Meski digratiskan demi menyambut malam Tahun Baru 2020, namun, wahana wisata Bianglala di Alun-Alun Lamongan menuai pro kontra. Pasalnya, wahana baru tersebut dianggap tidak masuk akal karena menelan anggaran APBD 2019, sekitar Rp 7 miliar.

Mereka rela antri menunggu giliran untuk merasakan ketinggian Bianglala yang mulai berputar. Animo warga semakin tinggi, karena wahana tersebut sengaja digratiskan selama satu bulan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lamongan, Suyatmoko, mengaku beaya wahana wisata Bianglala menelan anggaran Rp 7 miliar.

Sementara, salah satu pengunjung asal Kota Lamongan, Yustia, mengaku sangat setuju dengan kehadiran Bianglala. Dengan kehadiran Bianglala menjadi ikon baru kota Lamongan.

Namun, sayang Bianglala menuai pro kontra. Pasalnya, pembangunannya menelan dana APBD 2018 sebesar Rp 7 miliar lebih. Warga menolak karena anggaran tersebut dianggap tidak masuk akal, terlalu besar dan pemborosan.

Wahana Bianglala bukan untuk mengingatkan PAD, melainkan untuk menghibur masyarakat Lamongan. Selanjutnya, nantinya hanya ditarik tiket masuk Rp 5.000. Selain menjamin keamanan, juga mengangsuransikan wahana tersebut. (bashoir/stv)