Gresik, (bisnissurabaya.com) – Puluhan siswa difabel di Gresik belajar membuat pupuk kompos dan berkebun sayur. Upaya tersebut sengaja dilakukan pihak sekolah, untuk menggali potensi dan kemampuannya. Sehingga kelak menjadi petani modern sukses mandiri, yang tidak kalah dengan petani normal. Beginilah aktivitas 52 siswa/i Sekolah Luar Biasa/KLB Kemala Bhayangkari Gresik, saat masuk sekolah usai menikmati libur panjang.

Siswa difabel ini, tidak belajar di dalam ruang kelas, mereka diajak ke sebuah perkebunan milik Masjid Nurul Jannah, yang menerapkan eko wisata. Di perkebunan sayur-sayuran yang memanfaatkan bekas pembuangan sampah tersebut, puluhan siswa berkebutuhan khusus ini dilatih membuat pupuk kompos. Meski hanya tiga hari, memberikan pelatihan dan pembelajaran, namun, saat praktek, Fadil, pembimbing dari Masjid Nurul Jannah, mengaku sangat puas dengan potensi, dan kemampuan siswa SLB ini.

Pasalnya, pihak takmir, maupun pihak perusahaan pupuk di Gresik, baru pertama kali memberikan pelatihan pada siswa difabel. Tetapi, mereka cerdas dan cepat memahami yang diarahkan, diajarkan, terutama ilmu bertani. Mulai proses awal membuat hingga menjadi pupuk kompos, menanam bibit, berkebun, menyiram sayuran hingga panen berbagai sayuran termasuk cabai, mampu mereka kerjakan dengan sempurna.

Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Gresik, Cut Laura Kusworo, mengatakan, bagi siswa SLB ini, membuat pupuk kompos dan berkebun, merupakan pengalaman pertama yang tidak bisa dilupakan. Mereka berterimakasih, kepada pihak perusahaan pupuk milik BUMN dan takmir Masjid Nurul Jannah, yang sabar membimbing. Hingga akhirnya berhasil memberikan ilmu pertanian kepada para siswa difabel.
Meski dalam kondisi keterbatasan, sejumlah siswa difabel ini, mengaku senang, karena berhasil menunjukkan potensi dan kemampunnya, terutama dibidang pertanian. Yaitu, membuat pupuk kompos dan berkebun. (bashoir/stv)