Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Bagi warga Surabaya yang berkantong tebal, boleh mencoba nasi goreng ini. Tapi jangan kaget, bila nasi goreng di Restauran Seafood Kalimantan, yang terletak di perumahan elit Citraland kawasan Surabaya Barat ini harganya termahal di Indonesia. Yakni, Rp 1.688.888. Wow….., seperti apa yaaa…., rasanya?

Mungkin, bagi yang belum pernah mencoba pasti hanya menebak-nebak saja seperti apa rasanya nasi goreng yang katanya paling mahal di Indonesia itu. Bila melihat isinya, wow…., luar biasa. Diatas nasi goreng itu ada ikan lobster besar, kepiting super jumbo, udang windu jumbo, juga cumi dan kerang. “Untuk pesan nasi goreng termahal ini, saya sarankan pesan sehari sebelumnya lewat telepon,” kata Owner Seafood Kalimantan, Ewin, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Jum’at (3/1) sore.

Sejumlah pengunjung Restauran Seafood Kalimantan sedang menikmati nasi goreng lobster termahal di Indonesia. (Foto/bw)

Menurut dia, restauran seafood ini menawarkan seafood yang benar-benar hidup (live), bukan sekadar fresh.

Alasannya, kata dia, Beberapa dari pemilik restauran ini memiliki background dalam bidang hasil laut. Ada yang petambak udang mulai 1970- an dan ada juga yang merupakan eksportir ikan kakap putih (Barramundi) dan Lobster.

Ewin (kaos hitam). (Foto/bw)

Ia menyatakan, ada beberapa signature menu yakni Bumbu Bakar Asap Khas Kaltim, Bumbu Putussibau, Bumbu Sintang dari Kalimantan Barat yang di tempat aslinya adalah bumbu untuk masak ayam. Namun, di Seafood Kalimantan digunakan untuk memasak hasil laut. Juga ada ikan tim Singkawang ala warga Tionghoa Singkawang.

“Seafood Kalimantan menawarkan konsep fish farm dan makan seafood outdoor di Surabaya,” ujarnya.

Para pengunjung, kata dia, juga bisa melihat pilot project Recirculating Aquaculture System (RAS), suatu teknik peternakan ikan modern yang lebih ramah lingkungan karena minim limbah. Air dapat dipakai terus selamanya karena diproses dengan filter biologis, oxygen injector, filter mekanis-biologis, UV sterilization, dan lain-lain.

Sehingga tidak perlu membuang air kotor dan mengambil lagi air baru seperti peternakan ikan konvensional. Konsep RAS ini mulai 10 tahun belakangan ini populer di dunia dan mulai digalakkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

“Peternakan ikan kami juga tidak menggunakan antibiotik/obat-obat kimia yang berbahaya bagi kesehatan sehingga 100 persen aman bagi konsumen. Para pengunjung bisa langsung memilih sendiri ikan kerapu, kakap putih (Barramundi), lobster, kepiting, kerang hidup dan langsung memilih untuk cara masaknya,” ujarnya.

Seafood Kalimantan ingin menunjukkan pada warga Surabaya, bahwa seafood yang hidup (live) memiliki rasa yang jauh enak dibanding ikan yang frozen atau fresh sekalipun.

Spesialis seafood Kalimantan adalah Kepiting Super Jumbo 1 kg ke atas, bahkan ada yang mencapai 2-3 kg. Ia menyarankan agar pesan terlebih dahulu supaya disimpankan karena stock terbatas. (bw)