Surabaya,(bisnissurabaya.com) Banyaknya Wajib Pajak (WP) memiliki mobil mewah yang enggan membayar kewajiban pajaknya. Karena itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur/Jatim akan bersikap tegas dalam menarik pajak mobil mewah pada 2020 ini.

Tanpa ampun, triwulan pertama 2020, Bapenda akan menurunkan tim CETTAR untuk door to door mengingatkan wajib pajak pemilik mobil mewah yang jatuh tempo di akhir 2019 maupun 2020 untuk segera melaksanakan tanggung jawabnya.

Kepala Bapenda Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno, mengaku berupaya door to door  dalam melakukan jemput bola pada wajib pajak (WP).

Upaya itu dilakukan, tetapi bukan menagih dengan keras. Melainkan mengingatkan WP untuk kewajiban membayar pajaknya.

“Nanti, kita akan  jemput bola. Namun, Sebelum kita datangi rumahnya mereka kita call dulu, baru kita datangi door to door,” ujar Boedi.

“Ketika kami datangi WP kita ingatkan jatuh tempo pajak mobil mereka satu bulan lagi, mau langsung dibayar di kantor atau sekarang saat tim kami datang,” tandas Boedi.

Pelaksanaan door to door, lanjut dia, dilakukan Tim CETTAR mulai Januari hingga Maret nanti. Karena, di dalam catatan Bapenda cukup banyak mobil mewah Jatim yang jatuh tempo pada 2020.

Berdasarkan data Bapenda ada 7.628 mobil mewah di Jatim. Mobil mewah di sini adalah kendaraan roda empat yang harganya diatas Rp 700 juta. Dari total mobil mewah ada 610 unit obyek pajak belum melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotornya.

“Dari 610 itu sebanyak 40 persennya jatuh tempo di tahun 2019, sedangkan 60 persennya jatuh tempo pada 2020. Karenanya, kami lakukan jemput bola, untuk menarik potensi pendapatan pajak,” jelasnya.

Dari 610 unit obyek pajak potensi pendapatan Pemprov Jatim mencapai Rp 10 miliar. Sedangkan hingga akhir 2019 baru terkumpul Rp 2 miliar dari pajak kendaraan bermotor jenis mobil mewah. Sehingga sisanya harus dimaksimalkan pada 2020 ini.

Tim CETTAR nantinya, akan banyak bekerja menyisir door to door di wilayah Kota Surabaya. Sebab disampaikan Boedi, mayoritas atau tepatnya sebanyak 80 persen mobil mewah di Jatim ada di Surabaya. Kemudian baru di Sidoarjo dan sekitarnya.

Upaya ini, merupakan, langkah sosialisasi akan adanya door to door yang membuat WP kian tergerak melaksanakan kewajibannya. Pasalnya, saat ini mulai disosialisasikan, karena ada WP memiliki mobil mewah Rolls Royce bergegas menghubungi Bapenda dan melakukan pembayaran.

“Sudah ada WP pemilik Rolls Royce sudah melunasi pembayaran pajaknya sekitar Rp 810 juta. Sepertinya khawatir kena door to door yang nantinya dilakukan Tim CETTAR ini,” pungkasnya.(ton)