Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Lima tahun sudah lokalisasi gang Dolly ditutup. Kini, warga buka suara mengeluhkan realiasi janji Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, soal pemberdayaan ekonomi warga terdampak penutupan yang dinilai tak maksimal.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya Hariyanto, mengatakan, dialog dengan warga terdampak sebetulnya sudah dilakukan sebelumnya. Hasilnya, pada dasarnya warga ingin berpindah mata pencaharian dari yang semula dinilai haram ke cara yang baik. Karena itu warga sepakat lokalisasi ditutup.

Namun, pasca penutupan warga gang Dolly dan Jarak ini ingin hijrah ke jalan yang benar dan baik. Hijrah inilah yang harus kita dorong oleh semua elemen masyarakat, termasuk Pemkot Surabaya.

“Dulu pernah dijanjikan Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya untuk membantu perekonomian warga. Tapi, dari keluhan warga, memang banyak masalah kompensasi yang belum klir,” kata Hariyanto usai diskusi.

Menurut dia, untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mengembangkan perekonomian di kawasan eks Lokalisasi Dolly-Jarak, harus dimulai dari pembentukan kesadaran hukum. Itu penting untuk mengubah cara pandang masyarakat dari semula terbiasa dengan perilaku ekonomi ilegal menjadi legal. Lebih-lebih di era digital sekarang.

“Saya, selaku Ketua Peradi Surabaya siap mendampingi Dolly sebagai pilot project Kampung Sadar Hukum, dan pengurusan badan hukum usaha-usaha perekonomian di kawasan Dolly dan sekitarnya,” ujar Hariyanto
Saat dialog rakyat 5 Tahun sudah penutupan lokalisasi Jarak Dolly Surabaya di Balai RW IX, Putat Jaya Barat IX B Senin (30/12).

Dengan ‘Sadar Hukum’ ini diharapkan, kampung yang pernah menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara ini menjadi kampung percontohan di Kota Surabaya kedepannya.

Hariyanto, juga menyampaikan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dibina Pemkot Surabaya tidak sepenuhnya berdampak pada masyarakat. Binaan Pemkot hanya berlaku bagi sebagian kecil masyarakat eks Dolly.

“Mereka minta agar bisa berusaha secara normal di sini, dibantulah. Harusnya agar dapat kepedulian dari pemerintah,” pungkas Hariyanto ini. (ton)