Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Seluruh wilayah Jatim ditargetkan akan teraliri listrik pada 2021. Sekarang ini kondisi rasio elektrifikasi Jatim per Agustus 2019 sudah mencapai 97,63 persen, dan diharap 2020 akan naik menjadi 98,5 persen.

“Kita ingin fokus elektrifikasi di 22 pulau lagi yang ada di kepulauan Sumenep. Tertinggi yang belum terlistriki yaitu Sumenep dan Kepulauan, Sampang dan Bondowoso,” papar Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur/Jatim, belum lama ini. Di tiga daerah ini, masyarakat yang belum menikmati aliran listrik.

Gubernur Khofifah menginginkan penerapan big data segera dilaksanakan di Pemprov Jatim. Ketika big data sudah disiapkan, maka Jatim juga bisa segera masuk pada era industri 4.0. Selain itu, untuk sektor pariwisata Jatim ke depan dengan adanya Perpres 80 Tahun 2019 akan banyak proyek strategis yang akan dibangun untuk mendukung infrastruktur pariwisata.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jatim Capai 5,4-5,8 persen pada 2020 Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jatim diproyeksikan mencapai 5,4-5,8 persen pada 2020. Kunci pertumbuhan ekonomi yaitu tumbuh bersama-sama. Pola sinergi antar daerah juga diperlukan.

Untuk 2020 pihaknya optimis menyentuh itu. Inflasi terendah sepanjang sejarah 2,20 persen. “Dengan inflasi tersebut, BI bisa fokus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi,” pungkasnya. (sam)