Mengapa Edamame Jember Laris Ekspor?

330

Surabaya, (bisnissurabaya.com) –  EDAMAME, bukannya “edan ane”, memang jenis kedele yang asal muasalnya dulu dari Jepang. Beberapa tahun lalu bibitnya juga ditanam di Indonesia. Ternyata sangat cocok dengan udara dan iklim tropis. Akan tetapi, mungkin sangat sedikit yang bisa menikmati jenis kacang-kacangan itu yang diproduksi oleh PT Mitra Tani Duatujuh, anak perusahaan PT Perkebunan Negara (PTPN) X, Jember. Yang patut dikomentari dalam Opini ini, adalah kebanggaan kita, karena produk asal Jember, Jawa Timur/Jatim, berhasil diekspor. Justru yang utama adalah ke negara Jepang, induk asal kedele khusus tersebut. Tak tangggung-tanggung, sejumlah 5.000 ton dari permintaan Jepang sebesar 75.000 ton setahunnya. Justru edamame produk dari Jember itu yang diminta karena mutu dan rasanya. Jadi masih banyak kekurangan dari peluang permintaan luar negeri terhadap edamame.

Di Surabaya saja, mungkin hanya ada satu-dua saja toko makanan yang menjual produk tersebut. Kedele khusus produk perusahaan di Jember itu terbungkus bagus, seperti bungkus produk makanan asal luar negeri. Rasanya memang enak. Warna hijaunya kedele masih asli seperti kedele mentah, bijinya besar-besar. Namun, entah pakai bumbu atau tidak, tetapi rasanya pantas diacungi jempol. Enak. Hanya sayang, karena mungkin produk yang terbatas atau pemasarannya yang tersendat-sendat, tidak semua toko makanan yang besar di luar kota Jember yang menjualnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, ketika melepas 92 ton atau 4 kontainer senilai Rp 2,6 miliar edamame ekspor dari perusahaan itu di Jember (26/12), berkata: “Hari ini membuktikan, bahwa edamame sebagai komoditi (pertanian) yang ada di Indonesia memiliki pangsa pasar dunia yang terbuka dan sangat luas untuk ditingkatkan’’. Dia mengapresiasi ekspor edamame itu, dikarenakan makin banyak negara membutuhkannya. Katanya, edamame asal Indonesia dikenal memiliki karakter tanaman tropis dan rasa khas, punya daya tahan bagus dan berkualitas luar biasa, dimana salah satunya adalah di Jember itu yang melalui prosedur internasional dan harus selalu didorong ke tingkat dunia.

Kedele itu memang menjadi salah satu produk pertanian andalan dari Jember. Begitu menurut Wakil Bupati Jember, A Muqit Arief, sehingga jadilah jenis kacang-kacangan itu identik dengan Kabupaten Jember.
Cukuplah pujian bagi produk ekspor tersebut. Kalaulah memang merupakan produk unggulan, maka perlu kiranya bagi PT Mitra Duatujuh atau PTPN X mengembangkan lebih luas perkebunannya. Bila perlu melakukan ekspansi ke wilayah kabupaten lain yang memiliki kondisi tanah dan udara seperti yang ada di Jember. Yang penting, terjaga unsur kualitas dan pengolahan produknya, seperti yang ada sekarang. Sebab, sering sesudah unggul dan terkenal, kalau kemudian ganti pengelola dan kepeduliannya (karena pencetus ide, kepengelolaan dan lain-lain berganti karena pensiun).

Bukannya kualitasnya menjadi naik, akan tetapi melorot. Dengan menjaga kondisi semacam itu, maka produk pertanian andalan Jember bukan hanya tembakau untuk sigaret dan cerutu serta sebagian daun tembakaunya sebagai komoditi ekspor terbesar ke Bremen (Jerman). Tetapi juga jenis kedelai edamame.
Kalau anda tak yakin pada pendapat dalam ruang Opini ini terhadap mutu dan rasa edamame, cobalah cari produk itu di toko-toko makanan yang besar dalam bungkusnya yang persis. Seperti produk makanan asal luar negeri. Barangkali sesudah anda rasakan edamame Jember itu, benar-benar anda berkomentar “edan ane”. (amak syariffudin)