Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Pergantian malam tahun baru, hendaknya tidak dirayakan dengan berlebihan. Bahkan, Pemerintah Provinsi/Pemprov Jatim, menggelar doa dan dzikir bersama 1.500 anak yatim yang berasal dari berbagai daerah. Seperti Gresik, Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto dan Surabaya. Selain doa dan dzikir bersama, dalam acara tersebut akan diserahkan sejumlah santunan bagi anak-anak yatim.

Gelaran ini akan dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi pada 31 Desember mulai pukul 13.00 – 16.00 WIB, serta akan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim.

Doa dan dzikir bersama kali ini tidak diselenggarakan pada malam hari seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim memberikan kesempatan kepada para ASN untuk dapat menikmati malam pergantian tahun ataupun beribadah bersama keluarga di penghujung tahun.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyebut,  doa dan dzikir bersama ini sebagai wujud syukur dan harapan dalam menyongsong Tahun Baru 2020, sekaligus sebagai refleksi akhir tahun. Ini akan menjadi tradisi rutin menjelang pergantian tahun.

“Kita berharap doa dari anak-anak yatim ini dapat menjadi berkah untuk kita masyarakat Jatim menyongsong tahun baru. Semoga di tahun baru nanti masyarakat Jatim lebih sejahtera, situasi tetap aman dan kondusif, serta perekonomian semakin meningkat,” kata Khofifah, di  Grahadi Surabaya, Senin (30/12).

Ia mengajak masyarakat Jatim untuk bersama-sama mendoakan bangsa dan negara, khususnya Provinsi Jatim agar di Tahun 2020 diberikan kedamaian, kesejahteraan serta terhindar dari bencana.

“Mari bersama-sama kita menyambut tahun baru dengan rasa optimisme dan semangat baru untuk semakin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Jatim ini menghimbau masyarakat agar merayakan malam pergantian Tahun 2020 secara tertib dan tidak berlebihan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hindari aktivitas berlebihan seperti konvoi kendaraan yang dapat mengganggu masyarakat lainnya. Apalagi konvoi kendaraan yang tidak menaati aturan lalu-lintas. Seperti tidak memakai helm sampai membunyikan knalpot yang berlebihan,” pesannya.

Meski begitu, ia tidak melarang masyarakat merayakan tahun baru, asalkan dilakukan secara tertib dan diisi dengan kegiatan yang positif.

“Mari bersama-sama kita Jogo Jatim tetap aman dan kondusif saat malam pergantian tahun nanti,” pungkasnya. (bw)